Laporkan Masalah

IMPLIKASI DINAMIKA INTRA-ASEAN DALAM SENGKETA LAUT CINA SELATAN TERHADAP KOMUNITAS KEAMANAN ASEAN

ARIEF BAKHTIAR D, Ilien Halina

2013 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Sengketa wilayah Laut Cina Selatan yang diklaim enam negara belum juga menemukan penyelesaian. Empat negara anggota ASEAN yang terlibat langsung, yaitu Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Brunei Darussalam, mau tak mau, membuat ASEAN perlu mengambil peran, terutama untuk menjaga stabilitas kawasan. Namun, meskipun semua negara anggota menyatakan sepakat untuk menyelesaiakan secara damai, ada perbedaan sikap di antara anggota ASEAN, baik di meja perundingan maupun di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi perbedaan sikap negara anggota ASEAN dalam sengketa Laut Cina Selatan terhadap Komunitas Keamanan ASEAN. Komunitas Keamanan ASEAN merupakan salah satu dari tiga pilar Komunitas ASEAN yang dideklarasikan pada tahun 2003 di Bali. Dalam penelitian ini, sesuai dengan kajian Holsti terhadap teori komunitas keamanan Karl Deutsch, dibahas tiga hal yang menjadi sorotan untuk menuju Komunitas Keamanan ASEAN: pembicaraan mengenai kemungkinan perang, alokasi sumber daya untuk membangun kemampuan militer, dan penerimaan serta kepatuhan terhadap aturan dan perjanjian tertentu. Setelah menganalisa ketiga hal itu, tulisan ini akan memaparkan implikasinya terhadap rencana-rencana aksi yang telah disusun ASEAN untuk menjadi komunitas keamanan.

The quarrel between all South China Sea claimants has not been resolved. Four members of ASEAN which are directly involved (Vietnam, the Philippines, Malaysia, and Brunei), have to make a role especially to stabilize the region. However, although all ASEAN members have stated to deal with the situation cold-headedly, there are some different attitude among ASEAN members, whether in diplomatic meeting or in the field. The objectives of this research is to analyze the implication of that situation to ASEAN Security Community. ASEAN Security Community is one of the three pillars of ASEAN Community declared in 2003 in Bali. In this research, in accordance with Holsti analysist about Karl Deutch’s security community theory, three things which are the highlights towards ASEAN Security Community are discussed: talks about war possibility, the allocation of resources to build military power, and acceptance and obedience to certain rules and agreements. After that, this writing will present its implications to plan of actions that have been made by ASEAN to become security community.

Kata Kunci : ASEAN, komunitas keamanan, Laut Cina Selatan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.