MENCIPTAKAN PROSES PENDIDIKAN YANG MEMERDEKAKAN BAGI ANAK MELALUI HOMESCHOOLING TUNGGAL
NURMALITA SARI, Dr. M. SUPRAJA, SH., S.Sos., M.Si.
2013 | Skripsi | SosiologiKonsep homeschooling tunggal merujuk pada pendidikan mandiri atau pendidikan tanpa mengikutsertakan diri terhadap lembaga termasuk sekolah. Keberadaan model pendidikan homeschooling harus disikapi sebagai bangkitnya kepedulian akan kemajuan pendidikan tanah air dan kesadaran orang tua akan tanggung jawab pada pendidikan anak. Orangtua mengambil langkah berani tanpa rasa takut anak akan gagal dengan anak lain yang mengenyam pendidikan formal. homeschooling tunggal, membutuhkn peran orangtua yang aktif dari pada orangtua yang menyekolahkan anak di sekolah formal. Hal ini disebabkan karena banyak orangtua yang menyerahkan penuh fungsi sosialisasi dan pendidikan pada sekolah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertimbangan orangtua memilih homeschooling dan memilih model homeschooling dengan bentuk tunggal. Subjek penelitian ini adalah orangtua yakni ayah atau ibu yang masih aktif menjadi praktisi homeschooling tunggal yang berdomisisli di Yogyakarta. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan metodologi analisis deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dokumentasi lapangan dan studi pustaka. Penelitian ini melibatkan 4 keluarga praktisi homeschooling tunggal yang diambil melalui snowballing. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, di dapat hasil bahwa pertimbangan orangtua memilih model pendidikan homeschooling adalah kondisi sekolah formal yang sudah tidak lagi ramah anak, perkembangan pesat arus informasi teknologi, latar belakang pendidikan dan kesadaran orangtua akan kodratnya mendidik anak dan refungsionalisasi peran orangtua dalam proses sosialisasi keluarga. Keputusan orangtua tersebut dipengaruhi oleh kondisi anak yang merasa tidak nyaman dengan lingkungan sekolah dengan segala interaksi di dalamnya. Orangtua menginginkan pendidikan yang memerdekakan anak. Unsur-unsur pendidikan yang merdeka melalui homeschooling tunggal pertama, proses belajar yang terintegrasi. Kedua, sangat memungkinkan untuk mengupayakan pendidikan dialogis dan based on child menyesuaikan minat dan kondisi anak atau menerapkan otonomi belajar pada anak. Ketiga, efisiensi biaya dengan memilih pembelajaran yang disukai dengan menggunakan berbagai media belajar. Upaya orangtua dalam rangka menerapkan proses pendidikan yang diinginkan melalui homeschooling tunggal disisipkan melalui aktivitas sehari-hari anak tidak hanya di rumah tapi juga di luar rumah, sehingga proses interaksi dan pemahaman akan realitas dunia sosial tetap berjalan. Pentingnya kegiatan komunitas sebagai kegiatan ekstrakurikuler dan ajang interaksi sosial anak. Hasilnya anak homeschooling Tunggal tetap dapat memiliki teman untuk melatih pergaulan dan berwawasan luas tidak seperti yang distereotipkan oleh masyarakat. Hambatan paling besar yang diperoleh selama menjalankan homeschooling tunggal adalah konsistensi mood orangtua dan anak. Sehingga pentingnya menggali informasi dan pertimbangan yang matang agar proses pendidikan terus berjalan. Orangtua juga harus selalu berusaha menjaga kesabaran dan saling menguatkan antara ayah dan ibu untuk tetap menjaga keharmonisan rumah tangga.
-
Kata Kunci : Homeschooling Tunggal, Otonomi Belajar, Keluarga