LAPANGAN PUPUTAN BADUNG SEBAGAI RUANG KREATIF PUBLIK BAGI PENGEMBANGAN KOTA KREATIF DENPASAR
MADE BHELA SANJI BUANA, M. Sani Roychansyah, ST, M.Eng, D.Eng
2013 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAKota kreatif berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia berupa kreativitas. Tantangannya adalah bagaimana mewujudkan ruang kota yang atraktif dan inspiratif untuk menjamin masyarakat berkreativitas di kota dengan nyaman. Salah satu prasyarat yang dianjurkan dalam kota kreatif adalah tersedianya ruang kreatif publik sebagai tempat berinteraksi, berekreasi, mencari inspirasi maupun melakukan kegiatan kreatif itu sendiri. Kota Denpasar yang ingin menuju kota kreatif juga seharusnya memperhatikan hal ini. Lapangan Puputan Badung yang posisinya strategis sangat berpotensi menjadi ruang kreatif publik. Penelitian ini dilakukan untuk memverifikasi aspek ruang kreatif publik pada Lapangan Puputan Badung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif, yaitu menggunakan kerangka teori berupa aspek ruang kreatif publik yang kemudian diverifikasi di lapangan. Data yang digunakan berupa kuantitatif yang didukung dengan penjelasan kualitatif. Pengambilan data melalui penyebaran kuesioner sejumlah sampel penelitian, yakni berjumlah 105 responden. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis faktor utama menggunakan metode principle component analysis (PCA). Hasil penelitian bahwa Lapangan Puputan Badung sudah memenuhi aspek ruang kreatif publik, yaitu kenyamanan, keterbukaan, aksesibilitas, toleransi dan keragaman. Hal ini berarti Lapangan Puputan Badung sudah layak menjadi ruang kreatif publik. Temuan lainnya mengenai faktor utama yang menjadi kepentingan pengunjung dalam aspek ruang kreatif publik, yaitu: (1) fasilitas pendukung kenyamanan dan keamanan; (2) keragaman aktivitas dan fasilitas; (3) kemudahan akses; (4) kebebasan dan keleluasaan berekspresi; (5) kejelasan lokasi, fasilitas tempat parkir, adanya pohon peneduh; (6) toleransi pengunjung; dan (7) kenyamanan suasana dan keakraban.
The creative city oriented on improving the quality of human resources. The challenge is how to realize an attractive urban space and inspiring creativity in the city. One of the pre-conditions in the creative city is the availability of creative space as a place to interact, recreation, looking for inspiration and creative activity itself. Denpasar city who want to lead a creative cities also should pay attention to this.Lapangan Puputan Badunghave strategic position potentially become a creative space. This study was conducted to verify the creative aspects of public space at Lapangan Puputan Badung. This research uses a deductive approach, which is using the theoretical framework in the form of the creative aspects of public space which is then verified in the field. The data used in the form of quantitative supported with qualitative descriptions . Data retrieval through the deployment of a number of sample research questionnaires, which amounted to 105 respondents . Analyzed using descriptive statistics and analysis factors using principle component analysis (PCA) . The results are Lapangan Puputan Badung were occupied the creative aspects of public space, namely comfort, openness, accessibility, tolerance and diversity. The main factors of interest to visitors in the creative aspects of public space are: ( 1 ) support facilities of comfort and security, (2 ) the diversity of activities and facilities ,(3 ) ease of access, (4 ) freedom of expression, ( 5 ) clarity of location, parking lot, trees; ( 6 ) tolerance visitors, and ( 7 ) comfort and sociability atmosphere.
Kata Kunci : kota kreatif, ruang publik, ruang kreatif publik, lapangan puputan badung