KAJIAN KANDUNGAN RADIOISOTOP DAN UNSUR LAIN DALAM DEPOSIT MINERALSERTA KONTAMINASINYA PADA LINGKUNGANDI TIMOR BARAT NUSA TENGGARA TIMUR
Bartholomeus Pasangka, Prof. Dr. Ir. Prayoto, M. Sc
2008 | Disertasi | S3 Ilmu FisikaPenelitian ini mengkaji secara akurat kandungan radioisotop dalam deposit mineral di Amarasi dan Kupang Tengah-Tirnur Pulau Timor Barat. Tujuan penelitian meliputi: 1) memetakan sebaran kandungan radioisotop, 2) menyelidiki pusat akumulasi kandungan radioisotop, 3) mengidentifikasi daerah yang mungkin berbahaya, 4) mengidentifikasi jenis kandungan radioisotop dalam sampel mineral, 5) menentukan aktivitas jenis kandungan radioisotop alam dalam sampel mineral, 6) mendeteksi komposisi unsur yang lain dalam sampel mineral, 7) menentukan aktivitas jenis dan tingkat kontarninasi radioisotop dalam sampellingkungan. Metode penelitian terdiri atas: observasi, survei, sampling, spektrometri, analisis, dan interpretasi. Prosedur penelitian meliputi: Tahap I. Survei lapangan, tahap II. Penentuan aktivitas jenis dengan metode anal isis radioaktivitas lingkungan/ metode mutlak, tahap llI.a) Identifikasi radioisotop dalam sampel mineral dengan spektrometri gamma, tahap IV. Analisis sampel lingkungan. Hasil-hasil penelitian yang diperoleh adalah sebaran/distribusi kandungan radioisotop dalam mineral penyusun batuan 1,50 km kali 2,00 km, dan luas daerah inti 200,00 m kali 300,00 m. Peta kontur cacah radiasi radioisotop menunjukkan sebaran dan pusat akumulasi kandungan radioisotop dalam deposit mineral. Akumulasi kandungan radioisotop dalam deposit mineral diperkirakan berada di area kurang lebih 108,00 m kali 144,00 m di kedalaman antara 20,00 m sampai dengan 60,00 m. Luas daerah yang mungkin berbahaya 150,00 m kali 200,00 m (cacah > 33 cpm menurut IAEA). Radioisotop dalam mineral penyusun batuan didominasi deret Actinium (50%), Thorium (25%, dan Uranium (25%), serta unsur asosiasi lang lain. Aktivitas jenis radioisotop dalam sampel mineral berkisar antara 5,26 x 10- uCi/gram sampai dengan 1,86 x 10-3 uCi/gram (metode mutlak). Komposisi unsur lain dalam sampel mineral (analisis aktivasi neutron) meliputi: Fe-59, Xe-133m, Xe-135m, Y-91m, Zr-97, Ni-65, Be-7, Ag-llOm, As-76, Cr-52, Au-198, dan Ca-21. Aktivitas jenis radioisotop dalam sampel lingkungan berkisar antara 9,15 x 10-6 uCi/gram sampai dengan 1,28 x 104 uCi/gram (metode mutlak). Hasil tersebut menunjukkan bahwa aktivitas jenis radioisotop dalam sampel lingkungan karena kontaminasi, masih pada batas toleransi, kecuali dalam salah satu sampel air.
Kata Kunci : Radioisotop, deposit mineral, lingkungan, Timor Barat Nusa Tenggara Timur