Laporkan Masalah

Pengaruh perendaman rumput laut dengan HCl terhadap ekstraksi agar-agar menggunakan pelarut air

DISTANTINA, Sperisa, Ir. Wahyudi Budi Sediawan, SU.,PhD

2001 | Tesis | S2 Teknik Kimia

Untuk meningkatkan rendemen agar-agar, ekstraksi rumput taut biasanya dilakukan pada kondisi asam, tetapi ada kecenderungan bahwa sifat gel agar-agar akan menurun dengan meningkatnya rendemen agar-agar. Hal itu disebabkan oleh adanya sebagian gel polisakarida dalam agar-agar terhidrolisis. Oleh karena itu, dikenal metode pengolahan agar-agar yang lebih baik, yaitu merendam rumput laut dengan asam kemudian diekstraksi pada kondisi netral, dengan metode ini akan diperoleh rendemen dan sifat gel agar-agar yang tinggi. Pada penelitian ini, rumput laut Gracilaria direndam dengan HO, setelah dinetralkan, diekstraksi dengan air pada 85°C. Sebagian ekstrak dibekukan, setelah itu air dicairkan dan jendalan agar-agar dikeringkan kemudian ditimbang. Penelitian ini hertujuan mempelajari pengaruh konsentrasi 1-1C1 dalam cairan perendaman dan waktu perendaman terhadap nilai koefisien transfer massa volumetris karbohidrat (kca) dan konstanta keseimbangan (H*) pada proses ekstraksi, serta mencari bentuk model matematika yang dapat menyatakan pengaruh itu. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa nilai kca dan H* semakin besar terhadap kenaikan konsentrasi HC1, sementara itu waktu perendaman 2 menit sampai 23 jam tidak berpengaruh. Diajukan model matematis untuk menggambarkan hubungan [HO] dengan H* dan kca, dan hasilnya dibandingkan dengan hasil penelitian. Model matematis yang diperoleh berbentuk sebagai berikut : H* = 2,47 10-4[1+ 79,1 68'6[HC1] 1+ 68,6[HC1]] dengan ralat 6,51% dibandingkan dengan nilai hasil percobaan, dan kca = 0,00026 [1 + 79,1 68'6[HC1] 1 + 68,6[HC1]1,6145 dengan ralat 18,79% dibandingkan dengan hasil percobaan. Persamaan-persamaan itti berlaku untuk kisaran konsentrasi HCl 0,01 — 0,5 N.

To improve the yield of agar, extraction of seaweed used to be carried out under acidic condition. But despite the increase of the yield of agar, gelling property of the agar produced tends to decrease, due to inevitable partial hydrolysis of agar. An alternative method of extraction is available, in which seaweeds are soaked with acid solution followed by extraction under neutral condition. Using this method, high yield and high gelling property of agar are obtained. In this research, seaweeds, gracilaria, are soaked in an aquoeus HCl solution. After being neutralized, the seaweeds are extracted with hot water of 85°C. Some of extract samples at various time are freezed, then thawed, dried, and finally weighed. This experiment investigates the effects of HC1 concentration and soaking time on volumetris mass transfer coeficient of carbohydrat (kca) and equilibrium constant (H*) in extraction process. Mathematical models describing the effects are also investigated. The evaluation of experimental data shows that both kca and H* increase with the increase of HC1 concentration, while the soaking time in the range from 2 minutes to 23 hours has no effects on them. Based on the mathematical models proposed and experimental data, the following equations were obtained : H* = 2.47 104[1+ 79.1 68.6[HC1] 1+ 68.6[1-1C1] kca = 0.00026 1+ 79.1 68.6[HC1] ]1.6145 [1+ 68.6[HCI] The equations give average relative errors of 6.51% for the first equation and 18.79% for the second one. The equations are formulated in the range of HCl concentration from 0.01 N to 0.5 N.

Kata Kunci : Ekstraksi Rumput Laut, Perendaman Dengan Asam, equilibrium constant, extraction, soaking, volumetris mass transfer coeficient


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.