KABUKI; KEHIDUPAN AKTOR SEHARI-HARI, STRUKTUR PANGGUNG, TEKNIK DAN PERAN DALAM PERTUNJUKAN
PRAEDIVA TRIPUTRA SUSETIONO, Wiwik Retno H., S. S., M.Hum
2014 | Tugas Akhir | D3 BAHASA JEPANGPenulis tertarik untuk mengambil tema kabuki karena kabuki memiliki panggung, pertunjukan, kostum, teknik dan peran-peran yang berbeda dan unik dari seni teater lainnya. Metode yang digunakan oleh penulis untuk tugas akhir ini adalah deskriptif kualitatif. Penulis memberikan gambaran dan pandangan secara jelas mengenai suatu masalah atau pokok bahasan yang diangkat berdasarkan beberapa referensi dan informasi yang diperoleh penulis. Kabuki merupakan seni teater yang dimana seluruh pemainnya adalah laki-laki, namun dalam pertunjukan kabuki ada berbagai peran yang dimainkan seperti wagoto (peran pria), aragoto (peran pahlawan/penjahat), dan onnagata (peran wanita). Mereka bisa memainkan berbagai macam peran tersebut dengan baik di atas panggung yang memiliki susunan luar biasa. Para aktor kabuki melakukan latihan yang rutin baik melatih fisik maupun teknik-teknik dalam pertunjukan agar ketika di atas panggung mereka bisa tampil dengan maksimal dan baik.
The author interested to take kabuki as a theme because kabuki have stages, performances, costumes, techniques and roles that different and unique from the other theater arts. The method that used by author for this graduating paper is descriptive qualitative. The author is giving an illustration and description clearly about some problem that has been picked based on some reference and information obtained by the author. Kabuki is a theater art where all the actor were mens, but there was several role like wagoto (male role), aragoto (hero/villain role), and onnagata (female role). They can play all that role well on an amazing stage. All the actor have a routine such as exercise their physique and training all technique so they can perform well on stage.
Kata Kunci : kabuki, aktor, panggung, teknik, peran