Laporkan Masalah

KOMUNIKASI KRISIS DI PERUSAHAAN MINYAK DAN GAS BUMI Studi Kasus Strategi Komunikasi Krisis Public Relations PT Pertamina Eksplorasi & Produksi (EP) dalam Kasus Penjarahan Minyak di Jalur Pipa Tempino-Plaju Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin

MEIRANI INDRIHASTUTI, Drs. I Gusti Ngurah Putra, M.A

2013 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Tidak ada satupun perusahaan yang mampu mengelak krisis. Krisis bisa berasal dari internal maupun eksternal perusahaan, sehingga tidak ada satupun perusahaan yang tidak rentan terkena krisis. Seperti yang terjadi pada perusahaan minyak dan gas bumi yang bergerak di Eksplorasi, Eksploitasi dan Produksi minyak mentah yakni PT Pertamina EP. Kasus penjarahan minyak mentah yang terjadi di Jalur Pipa Tempino-Plaju yang menghubungkan antara Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Jambi ternyata menghadapkan PT Pertamina EP pada situasi krisis. Kecanggihan teknologi telekomunikasi dan media komunikasi dewasa ini, telah membuat perusahaan tidak dapat lagi menyembunyikan suatu krisis dari telinga pers. Beberapa upaya dilakukan untuk meminimalisir aksi penjarahan minyak, namun prosentase angka penjarahan minyak mentah khsusnya di jalur Tempino-Plaju semakin mengkhawatirkan. Puncaknya pada tanggal 03 Oktober 2012 terjadi ledakan dan kebakaran akibat aktivitas penjarahan minyak dan menimbulkan korban jiwa yang juga oknum pencuri. Peristiwa tersebut menjadi trigger dari kasus-kasus penjarahan minyak mentah yang dialami oleh PT Pertamina EP sebelumnya. Dalam hitungan detik, berita mengenai peristiwa ledakan dan kebakaran yang diakibatkan oleh aksi penjarahan minyak tersebar ke berbagai penjuru dunia dan menyebabkan penanggulangan krisis menjadi tidak lebih mudah. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi komunikasi krisis yang dilakukan oleh fungsi public relations PT Pertamina EP dalam menyelesaikan krisis pada kasus penjarahan minyak mentah di Jalur Pipa Tempino-Plaju. Tentunya untuk menanggulangi krisis diperlukan suatu perencanaan krisis yang dapat merespon, menghadapi dan menangani krisis dengan cepat dan tepat, yang didalamnya memasukkan faktor komunikasi sebagai bagian penting dalam penyelesaian krisis. Untuk melihat Strategi Komunikasi Krisis yang dilakukan fungsi Public Relations PT Pertamina EP maka akan dilihat berdasarkan tahapan krisis berdasarkan empat tahapan krisis konsep Steven Fink (dalam Putra 2008) dan strategi komunikasi krisis disetiap tahapannya akan dikaji menggunakan Teori Coombs (1999). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi krisis yang dilakukan oleh fungsi public relations PT Pertamina EP dalam kasus penjarahan minyak mentah yakni mengimplementasikan strategi komunikasi excuse, ingratiation justification, corrective action, full apology dan attack the accuser. Namun, tidak untuk menerapkan strategi komunikasi Denial, karena melihat skala krisis yang memang membutuhkan dukungan dari berbagai banyak pihak

. T Every company is familiar with crisis. It is something that can come from internal or external conditions of a company herefore, there is no company in this world resistant to crisis. One of the examples is an oil and gas company in Exploration, Exploitation and Production of crude oil called PT Pertamina EP. A pillage of crude oil happened in Jalur Pipa Tempino-Plaju, which connected South Sumatera with Jambi has affected PT Pertamina EP, especially with the crisis. The rapid development of information technology nowadays has made companies unable to hide any crisis situation from the press. Some efforts have been conducted in order to reduce the crude oil pillage, but the percentage of the crude oil pillage especially in Tempino-Plaju has gotten worse each day. The worst situation happened on October 3rd, 2012 when there was explosion and fire because of the pillage. This also caused a lot of victims, including the pillagers themselves. This significant moment has become a trigger from the previous crude oil pillages happened in PT Pertamina EP. In seconds, the world could hear the news about the crude oil pillage leading to fire and explosion, so the crisis management has not been very easy. This research is done to find out the strategies used in crisis communication conducted by the public relations of PT Pertamina EP in overcoming the crude oil pillage happened in Jalur Pipa Tempino-Plaju. Of course, crisis management requires plans that are able to face, respond and overcome the crisis immediately and effectively, which include communication as a substantial part. To find out about the Crisis Communication Strategies conducted by the public relations of PT Pertamina EP, this research studies the crisis steps using four steps of crisis from Steven Fink (in Putra 2008) and then, every crisis communication strategy is analyzed using Coombs theory (1999). excuse, The result of this research shows that the crisis communication strategy conducted by the public relations of PT Pertamina EP in crude oil pillage has implemented the following strategies: ingratiation justification, corrective action, full apology and attack the accuser.However, the company has not applied Denial strategy, considering the crisis scale and the need for support from many parties

Kata Kunci : Krisis, Public Relations, Strategi Komunikasi Krisis, PT Pertamina EP


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.