PENGELOLAAN DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERACIKAN OBAT DI RUMAH SAKIT JATISAMPURNA, BEKASI, JAWA BARAT
IKA RESTU SWASTININGSIH, Dr. Chairun W., M.App. Sc., Mkes., Apt.
2013 | Skripsi | FARMASISalah satu upaya kesehatan yang dilakukan pemerintah adalah dengan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan rumah sakit yang antara lain dapat dicapai dengan penggunaan obat yang rasional dan berorientasi kepada pelayanan pasien. Peracikan obat merupakan bagian yang penting dari pelayanan kefarmasian terutama kepada pasien pediatrik yang harus menjamin keamanan dan kualitas sediaan racikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran peresepan, pengelolaan pelayanan dan persepsi masyarakat terhadap peracikan obat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif non eksperimental dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Data yang dikumpulkan berupa data deskriptif tentang gambaran peresepan obat racikan, pengelolaan pelayanan peracikan dan persepsi masyarakat tentang peracikan di Rumah Sakit Jatisampurna, Bekasi Jawa Barat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara tabulasi secara manual. Hasil penelitian pola peresepan menunjukan 83,00% pasien anak masih mendapatkan resep racikan. Rata-rata jumlah sediaan obat racikan yang diterima pasien dalam satu lembar resep adalah sebanyak satu obat racikan dengan presentase 91,20% dan rata-rata jumlah zat aktif yang terkandung dalam satu sediaan obat racikan adalah sebanyak 3 zat aktif dengan presentase 28,72%. Hasil penelitian gambaran struktur pelayanan menunjukan hasil struktur pelayanan yang baik dan memadai sesuai dengan kebutuhan. Hasil penelitian persepsi masyarakat menunjukan 57,58% responden setuju terhadap obat racikan, 57,14% responden menjawab obat racikan lebih bermanfaat, dan 81,43% menjawab terdapat risiko dalam obat racikan.
-
Kata Kunci : pola peresepan, peracikan, pediatrik dan persepsi