Laporkan Masalah

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT DIARE PADA PASIEN ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH TAMAN PURING JAKARTA PERIODE TAHUN 2012

ANNISA RAHMAH, Dr. Chairun W., M.App. Sc., M.Kes., Apt.

2013 | Skripsi | FARMASI

Penyakit diare masih merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian hampir di seluruh daerah di dunia dan semua kelompok usia bisa diserang oleh diare. Di negara berkembang, anak-anak menderita diare lebih dari 12 kali per tahun dan hal ini menjadi penyebab kematian sebesar 15-34% dari semua penyebab kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat diare pada pasien anak di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring Jakarta selama periode tahun 2012, mengetahui kesesuaian resep terhadap formularium, serta mengetahui kesesuaian pengobatan dengan standar pelayanan medis rumah sakit tersebut dan gambaran penggunaan zink untuk mempersingkat lamanya hari rawat. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif non eksperimental secara retrospektif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah catatan medik pasien anak usia 1 tahun sampai 12 tahun dengan diagnosis diare yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring Jakarta periode tahun 2012. Pengumpulan data menggunakan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Dari data yang diperoleh, dilihat penatalaksanaan terapi diare pada pasien anak dibandingkan dengan standar pelayanan medis rumah sakit dan pengaruh suplemen zink dalam penanganan diare, serta kesesuaian penggunaan obat terhadap formularium rumah sakit. Hasil penelitian dari 103 kasus pasien anak mengenai gambaran karakteristik pasien menunjukan bahwa jumlah pasien yang terinfeksi diare lebih banyak yaitu pada jenis kelamin laki-laki 58,25% dan usia yang paling banyak terinfeksi adalah usia 1 – 2 tahun 42,72%. Pola penggunaan obat diare terbanyak yaitu elektrolit 50,95%, rute pemberian obat terbanyak adalah per oral dan bentuk sediaan yang paling banyak adalah bentuk sediaan sirup; serta manfaat penggunaan zink dalam mempersingkat length of stay yaitu menjadi lebih cepat sedikit (3,32 hari) dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan suplemen zink (3,52 hari). Kesesuaian peresepan pasien diare dengan formularium Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring Jakarta yaitu sebesar 72,62%.

Diarrhea is a disease with high morbidity and mortality through world and in all age group can be attacked. In developing countries, children suffer from diarrhea more than 12 times a year and it causes mortality 15-34% of all causes. This research was done to identify usage pattern of diarrhea drug on pediatric in Taman Puring Muhammadiyah Hospital in 2012, to identify prescription compliance to formulary, to identity medication comply with the hospital medical standard service and use of zinc to shorten length of stay. It is descriptive non experimental retrospective research. Instrument used was medical record of 1-12 years old children hospitalized in Taman Puring Muhammadiyah Hospital in 2012. Data was collected using simple random sampling. Data obtained was analyzed on management of diarrhea therapy compared with hospital service standard and effect of zinc supplement on diarrhea handling and compliance of drug usage to hospital formulary. The result indicated that of 103 cases, 58.25% male patient and age group with most infected was 1-2 years old (42.72%). Mostly used diarrhea drug is electrolyte (50.95%). Mostly used drug administration route was per oral and the most preparation is syrup. Zink usage indicated shorter length of stay (3.32 days) than that without zinc supplement (3.52 days). Compliance of prescription with hospital formulary is 72.62%.

Kata Kunci : diare, anak, obat, zink, RS Muhammadiyah Taman Puring Jakarta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.