BENTUK KETIDAKADILAN GENDER TERHADAP TOKOH PEREMPUAN DALAM FILM “7 ì›” 32 ì¼â€ (July 32nd): KAJIAN KRITIK SASTRA FEMINIS
JESSICA N ELLISON, Cahyaningrum Dewojati, S.S., M.Hum.,
2013 | Skripsi | BAHASA KOREAFilm “7 ì›” 32 ì¼ (July 32nd)†mengisahkan tentang kehidupan seorang perempuan yang sejak kecil dijual untuk menjadi pelacur. Film ini menjadi objek materi penelitian ini karena kisahnya merepresentasikan ide-ide feminis. Penelitian ini mengungkapkan tentang ketidakadilan gender terhadap tokoh perempuan. Film ini juga mampu memunculkan ide-ide feminis sebagai bentuk resistensi terhadap ketidakadilan gender. Untuk menentukan bentuk ketidakadilan gender terhadap tokoh perempuan, perlu adanya analisis dialog serta identifikasi tokoh laki-laki dan perempuan, baik profeminis maupun kontrafeminis. Tokoh profeminis yang muncul adalah Kkotnim, Lee Mansu, dan Dong Wook. Sementara tokoh kontrafeminis adalah Inspektur Jang dan Ajimae. Film ini mengungkapkan beberapa bentuk ketidakadilan gender berupa perempuan sebagai objek kekerasan dan stereotipe terhadap perempuan. Perempuan sebagai objek kekerasan di film ini terbagi menjadi empat. Pertama ketidakadilan dalam waktu bekerja, prostitusi di usia dini, prostitusi menyebabkan pelecehan seksual, dan prostitusi menyebabkan kekerasan fisik. Sementara stereotipe terhadap tokoh perempuan dalam film, antara lain perempuan sebagai pemegang urusan domestik, ketergantungan perempuan terhadap laki-laki, dan perempuan penghibur adalah perempuan menjijikkan. Ide-ide feminis yang lahir sebagai resistensi ketergantungan perempuan terhadap laki-laki, ide resistensi tindak kekerasan sebagai perempuan, dan ide perempuan menentang kekuasaan laki-laki.
“7ì›” 32 ì¼(July 32nd)†movie tells about the life story of young women who sold to be courtesan. This film used as material object because the story is a representation of feminism. This study reveals of gender inequality issues toward woman that dominate this movie. This movie also represent about feminism ideas as the resistance of woman against gender inequity. To find gender inequity issues toward woman that dominate this movie, dialogue analyzing and woman and man characters to be separated as pro feminism or contra feminism identification are needed. The pro feminism characters are Kkotnim, Lee Mansu, and Dong Wook. While the contra feminism characters are Inspector Jang and Ajimae. This movie reveals several gender inequity issues such as violence against woman and stereotype against woman. The violence against woman in this movie separated into four cases. First, time work inequity, early age prostitution, prostitution causes sexual harassment, and prostitution cause physical harassment. While stereotype against woman in this movie separated into three cases. They are women are holders of domestic matters, woman dependency toward man, and all courtesan are revolt. The raising of feminism ideas as woman inequality resistances in this movie are resistance woman depends to man, violence resintance, and woman has right to be free from man dominations.
Kata Kunci : Ketidakadilan gender, Ide-ide feminis, Kritik Feminis, Film