KEBIASAAN MENGALAHKAN LOYALITAS (Studi Kasus Anak Muda dan Orang Dewasa yang Merokok di Kampung Kauman Yogyakarta)
RIO SUPRIYANTO, Dr. Pujo Semedi H.Y, M.A.,
2013 | Tesis | ANTROPOLOGI BUDAYAMembahas mengenai rokok maka secara otomatis tidak hanya berkutat kepada masalah agama, namun secara tidak langsung juga akan terkait dengan: kesehatan, ekonomi, sosial dan budaya. Rokok telah menjadi sebuah simbol yang tidak bisa dilepaskan dari seluruh manusia di Indonesia, ibarat kata seperti garam dalam sebuah makanan. Dengan hadirnya peraturan hukum fatwa haram merokok yang dikeluarkan oleh Muhammadiyah, diharapkan fatwa haram tersebut akan mempengaruhi perilaku merokok di masyarakat, seperti keinginan untuk mematuhi fatwa haram tersebut dan kemudian berhenti serta menjauhi rokok. Dalam penelitian yang berlangsung di kampung Kauman, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kotamadya Yogyakarta ini, saya mencoba melihat bagaimana masyarakat setempat dalam melakukan kegiatan merokok di lingkungan mereka tempat tinggal. Kauman merupakan tempat lahir dan basis berkembangnya gerakan Muhammadiyah, yang notabene gerakan ini yang mengeluarkan peraturan hukum fatwa haram merokok. Fatwa haram merokok merupakan usaha Muhammadiyah dalam mengatur perkembangan rokok bagi masyarakatnya di Kauman. Di kampung Kauman, kegiatan merokok tidak hanya ditemui dikalangan orang dewasa saja, namun juga telah merambah kekalangan anak muda. Merokok sangat sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat setempat. Hal ini dikarenakan rokok telah dikenalkan oleh para sesepuh dan para kyai/ulama mereka semenjak dahulu, bahkan kegiatan merokok juga telah menjadi budaya bagi sebagian besar masyarakat di Kauman. Selain itu, hadirnya peraturan fatwa haram merokok juga tidak bisa membuat mereka lantas patuh dan berhenti merokok. Sebab, bagi mereka yang merokok menilai bahwa, rokok banyak memiliki arti dan memberikan makna bagi perokoknya.
When we discuss about smoking behaviour, then automatically we’re not merely talk about religion, but also health, economy, social and culture. Cigarette and smoking behaviour has become an inherent symbol of all Indonesian people, just like a salt in a food. With the application of haram fatwa on smoking which issued by Muhammadiyah, this fatwa is expected to influence people’s smoking behaviour, such as by encouraging someone to obey the fatwa and make him or her stop or avoiding smoking behaviour. In this research which conducted in Kauman village, Ngupasan, Gondomanan Sub-district, Yogyakarta City, I try to observe how local people do their smoking behaviour at their own neighbourhood. Kauman village is the birthplace and development base for Muhammadiyah movement which issued the haram fatwa on smoking. Haram fatwa on smoking is a Muhammadiyah effort in order to control the cigarette among their peoples in Kauman. At Kauman village, smoking behaviour not only found among adults, but also in youths. Smoking behaviour is hard to be separated from local life. This because cigarette and smoking behaviour has already introduced by their elders and Kyai/ulama since early times. In fact, smoking behaviour has become a cultural activity for most people in Kauman. Moreover, the application of haram fatwa on smoking doesn’t make them immediately obey the fatwa and stop smoking. Those who smoke, however, consider that cigarette and smoking behaviour have a lot of meaning, and thus could give particular meaning for the smokers.
Kata Kunci : Muhammadiyah, fatwa haram, makna merokok