Laporkan Masalah

APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK PEMETAAN KEKRITISAN DAERAH RESAPAN SUB DAS OYO

ANNISA KUSUMA PRADANA, Sigit Heru Murti S.Si., M.Si

2014 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SIG

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui kemampuan citra Landsat 8 dalam membantu menyadap parameter penentu kekritisan daerah resapan; 2) memetakan kondisi daerah resapan dan 3) melihat hubungan antara pola sebaran keruangan infiltrasi Sub DAS Oyo dengan kondisi peresapannya. Sumber data yang digunakan yaitu citra Landsat 8 path 119, row 66 dengan perekaman tanggal 26 Juni 2013 dan Path 120, row 66 dengan tanggal perekaman 20 Agustus 2013, data sekunder dan survey lapangan. Metode yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif berjenjang dengan memanfaatkan data penginderaan jauh. Parameter yang digunakan berupa infiltrasi baik infiltrasi potensial maupun infiltrasi aktual. Infiltrasi potensial didapat dari menumpang-tindihkan parameter kemiringan lereng, tekstur tanah, curah hujan, jenis batuan, kerapatan vegetasi dan pengelolaan lahan sedangkan infiltrasi aktual berupa penggunaan lahan. Dilakukan survey lapangan untuk mengetahui pengelolaan lahan yang ada dengan titik sampel sebanyak 42 titik yang dilaksanakan pada 28 Juli 2013 sampai 13 Agustus 2013. Survey lapangan untuk kerapatan vegetasi dan penggunaan lahan juga dilakukan untuk uji akurasi pada 15 September 2013 sampai 2 Oktober 2013 sebanyak 31 titik untuk penggunaan lahan dan 10 titik untuk kerapatan vegetasi. Kondisi peresapan Sub DAS Oyo dihasilkan dari menumpang-tindihkan parameter infiltrasi potensial dengan infiltrasi aktual untuk mengetahui kondisi peresapannya. Citra Landsat 8 memiliki tingkat ketelitian sebesar 83,87% untuk interpretasi penggunaan lahan. Kondisi peresapan di Sub DAS Oyo terbagi menjadi lima kondisi yaitu kondisi baik yaitu seluas 224,621 km2 atau sekitar 29,18% dari luas Sub DAS Oyo, kondisi normal alami yaitu seluas 202,788 km2 atau sekitar 26,34% dari luas total Sub DAS Oyo, kondisi mulai kritis yaitu seluas 325,915 km2 atau sekitar 42,34% dari luas wilayah Sub DAS Oyo serta luas daerah kondisi agak kritis yaitu seluas 16,42 km2 atau sekitar 2,13 % dari luas total Sub DAS Oyo. Infiltrasi potensial yang besar tidak selalu memiliki kondisi resapan yang baik pula, karena faktor penggunaan lahan aktual juga memiliki andil yang besar dalam penentuan kondisi peresapan suatu DAS.

-

Kata Kunci : Kekritisan Daerah Resapan, Infiltrasi Aktual, Infiltrasi Potensial, Daerah Aliran Sungai (DAS)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.