Laporkan Masalah

KAPASITAS INFILTRASI DI KAWASAN PERKEBUNAN KALIBENDO KABUPATEN BANYUWANGI

AHMAD RINDOAN, Ir. Sri Astuti Soedjoko

2013 | Skripsi | KONSERV. SUMBER DAYA HUTAN

, Infiltrasi merupakan proses masuknya air ke dalam tanah. Proses infiltrasi dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain penggunaan lahan, tanah, kegiatan biologi bahan organik, tipe vegetasi, tumbuhan bawah, tesktur dan struktur tanah. Perkebunan Kalibendo merupakan perkebunan yang berpotensi secara ekologis sebagai penyedia jasa lingkungan berupa air bersih dalam konsep water yield. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas infiltrasi di kawasan perkebunan yang dipengaruhi oleh kerapatan tumbuhan bawah. Pengukuran infiltrasi dilakukan pada kawasan perkebunan karet, cengkeh, dan kopi dengan menggunakan alat double ring infiltometer. perkebun Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kapasitas infiltrasi pada an karet 34,7 mm/jam (kategori sedang), perkebunan cengkeh 84 mm/jam (kategori sedang cepat), dan perkebunan kopi 74 mm/jam (kategori sedang cepat). Berdasarkan kerapatan tumbuhan bawah diperoleh kapasitas infiltrasi terbesar pada perkebunan karet dengan kerapatan rapat sebesar 68 mm/jam, perkebunan cengkeh dengan kerapatan jarang sebesar 144 mm/jam, dan perkebunan kopi dengan kerapatan rapat sebesar 84 mm/jam. Keberadaan tumbuhan bawah sebagai penutup tanah perlu dipertahankan guna mendukung usaha konservasi tanah dan air di kawasan Perkebunan Kalibendo. Informasi tentang kapasitas infiltrasi dapat dipergunakan sebagai masukan kepada pihak pengelola perkebunan dalam hal perencanaan konservasi tanah dan air di kawasan perkebunan Kalibendo.

Inflitration is an entry process of water to the soil. This is influenced by many factors such as land use, , biological activity, organic material, vegetation, and undergrowth species. Kalibendo plantation is ecologically potential to provide environmental services such as water within water yield concept. This research aims to obtain information on infiltration capacity in plantation which was influenced by the density of undergrowth species. The infiltartion capacit measurement was conducted in rubber, clove and cofee plantation using double ring infiltometer. The e Result showed that the average infiltration capacity for each plantation was 34,7 mm/hour in rubber (classified as medium), 84 mm/hour in clove (classified as fast medium) and 74 mm/hour in cofee (classified as fast medium). According to the undergrowth species, the greatest capacity was found in rubber plantation area which was 68 mm/hour, low density was 68 mm/hour in clove area, and medium density was 84 mm/hour in coffe area. xistence of lower plants as ground should be maintened in order to support soil and water conservation efforts in plantation areas of Kalibendo. The information of infiltration capacity is important reference to the plantation management through water and soil conservation planing.

Kata Kunci : kapasit Kata Kunci: as infiltrasi, kebun karet, cengkeh, kopi, tumbuhan bawah.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.