Laporkan Masalah

Biostratigrafi Nannofossil Gampingan, Lintasan Gunung Temas Dan Gunung Lanang Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah

YOHANNES ARDHITO T V, Dr. Akmaluddin, S.T., M.T.

2013 | Skripsi | TEKNIK GEOLOGI

Lokasi penelitian berada di daerah Bayat, Klaten, Propinsi Jawa Tengah, tepatnya berada di Gunung Temas dan Gunung Lanang. Lokasi dipilih karena merupakan perbukitan dengan litologi berupa batuan sedimen karbonat, dan batuan beku. Perbukitan tersebut terletak di bagian paling timur dari Perbukitan Jiwo, Bayat dan jajaran bagian paling utara dari Pegunungan Selatan. Peneliti menggunakan nannofosil sebagai objek penelitian karena belum pernah dilakukan penelitian yang serupa di daerah penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan zonasi biostratigrafi serta korelasi umur dengan biostratigrafi di lokasi lain pada Formasi yang sama. Dari penelitian ini, dapat juga diketahui mengenai tingkat diagenesis nannofosil dan perubahan iklim purba. Metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan zonasi biostratigrafi menggunakan metode zona selang dengan melihat awal kemunculan dan atau akhir kemunculan spesies fosil indeks. Dari data lapangan dapat dibuat peta geologi dengan sepuluh satuan batuan yaitu Satuan diorit, Satuan batupasir, Satuan perselingan packstone dengan napal, Satuan perselingan napal dengan wackestone, Satuan packstone, Satuan perselingan wackestone dengan napal, Intrusi diabas, Satuan packstone dengan sisipan napal, Satuan pasir lempungan, dan Satuan lempung pasiran. Biostratigafi nannofosil gampingan pada Gunung Lanang terdiri dari 4 zona yaitu zona NN 7 (Zona Discoaster exilis), kemudian NN8 (Zona Catinaster coalitus), kemudian NN9 (Zona Discoaster hamatus), dan NN10 (Zona Discoaster calcaris). Sedangkan pada Gunung Temas terdiri dari 2 zona yaitu zona NN10 (Zona Discoaster calcaris), dan zona NN 11 (Zona Discoaster quenqueramus). Jika dikorelasikan kedua Gunung tersebut ekuivalen dengan umur Miosen Tengah hingga akhir Miosen Atas. Biostratigrafi nannofosil yang dihasilkan relatif setara dengan Biostratigrafi nannofosil Formasi Oyo di daerah Pegunungan Selatan, yaitu pada Jalur Kali Ngalang. Data penelitian yang telah didapat juga xv menyatakan bahwa tingkat diagenesis Gunung Temas lebih tinggi daripada Gunung Lanang. Perubahan iklim purba dari lokasi penetilian cenderung fluktuatif dengan 4 kali penurunan suhu permukaan dan 4 kali terjadi penurunan suhu permukaan, namun secara global memiliki trend mendingin.

In Bayat area, especially East Jiwo Hills, Central Java Province, there are several object of carbonate rock that never been determined their age of rock strata, such as Gunung Lanang and Gunung Temas. So this location selected to do this study. This study will be produce the identification of nannofossils, then the zonation of biostratigraphy from Gunung Lanang and Gunung Temas traverse, and an age correlation between this location and the other location that have the same rock formation. Data from this study can be used to discuss about digenetic level of nannofosil and Paleoclimate. The Method that used to produce Biostratigraphy are using interval zone method. The method concentrate to find the first or last occurrence of the index fossils. The field data can be used to make geological map that shown ten rock unit, there are Unit of diorite, Unit of sandstone, Unit of alternating packstone with marl, Unit of alternating marl with wackestone, Unit of packstone, Unit of alternating wackestone with marl, Intrusion of diabas, Unit of packstone intercalated with marl, Unit of clayey sand and Unit of sandy clay. The Calcaerous Nannofossil Biostratigraphy at Gunung Lanang traverse has four zone, there are NN 7 zone (Discoaster exilis Zone), NN8 zone (Catinaster coalitus Zone), NN9 zone (Discoaster hamatus Zone), and NN10 zone (Discoaster calcaris Zone). At Gunung Temas traverse has two zone there are NN10 Zone (Discoaster calcaris Zone) and NN11 Zone (Discoaster quenqueramus Zone). The stratigraphic measurement show that the rock formation is similar with Oyo Formation, so the correlation will be using biostratigraphic data at Oyo Formation. Biostratigraphy of this study is relatively equal with the result of biostratigraphy that located at Southern Mountain area which is Ngalang river traverse. The data from this study shown that the digenetic level of Gunung Temas area is higher than Gunung Lanang area. Paleoclimate of this location has fluctuating xvii condition which has 4 time increasing temperature and 4 time decreasing temperature, but overall this study location have cooling trend.

Kata Kunci : Biostratigrafi, nannofosil, Gunung Temas, Gunung Lanang, Pegunungan Selatan, tingkat diagenesis, perubahan iklim purba


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.