DISPARITAS SPASIAL INDEKS PEMBANGUNAN GENDER DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 1999-2010
GITA ARFIANI, Umi Listyaningsih, S.Si, M.Si.
2013 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANIndeks Pembangunan Gender mulai dihitung di Indonesia pada tahun 1996, dan perhitungannya dilakukan setiap tiga tahun sekali. Pada tahun 1996 dan 1999 Daerah Istimewa Yogyakarta menduduki peringkat pertama ditingkat nasional, namun pada tahun 2002-2010 turun menjadi peringkat dua. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui distribusi dan perkembangan Indeks Pembangunan Gender menurut kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan (2) mengetahui kontribusi antar indikator Indeks Pembangunan Gender dalam tiap kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data kuantitatif Indeks Pembangunan Gender dan variabelnya diperoleh dari hasil publikasi laporan Badan Pusat Statistik (BPS), sedangkan data kualitatif diperoleh dari hasil indepth interview dengan instansi terkait. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif, analisis komparatif spasial, dan analisis komparatif temporal. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah Perkembangan Indeks Pembangunan Gender di kabupaten/kota Daerah Istimewa Yogyakarta dari tahun 1999-2010 terus mengalami peningkatan. Kota Yogyakarta merupakan ibukota dari Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki nilai Indeks Pembangunan Gender dan indikatornya tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 1999 -2010. Indikator yang paling berkontribusi terhadap pencapaian nilai Indeks Pembangunan Gender adalah indeks kesehatan, dan indikator kurang berkontribusi dalam pencapaian Indeks Pembangunan Gender adalah indeks ekonomi.
Gender development index was calculated in Indonesia in 1996, the calculation is carried out every three years. In 1996 and 1999 Daerah Istimewa Yogyakarta ranked first national level, but in 2002-2010 dropped to second rank. The aim of the research are (1) determine the distribution and development of Gender Development Index by district/city in Daerah Istimewa Yogyakarta, and (2) determine the contribution of inter-indicator in the Gender Development Index each district/city in the Daerah Istimewa Yogyakarta. The data used in this research is secondart data. Gender Development Index and the kuantitative data obtained from the publications variable reports from Central Bureau of Statistic (BPS), and the kualitative data obtained from indepth interview. The method used is descriptive quantitative analysis, comparative analysis of spatial, and temporal comparative analysis. The conclusion of this research is, development of Gender Development Index in Daerah Istimewa Yogyakarta always increase in 1999-2010. Yogyakarta is a capital city of Daerah Istimewa Yogyakarta, which has a value of Gender Development index and the highest indicator in Daerah Istimewa Yogyakarta in 1999-2010. Indicators that contribute most to the achievement values Gender Development Index is an index of health, and lacks of contribute to the achievement values Gender Development Index is the index of economy.
Kata Kunci : Indeks Pembangunan Gender, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kontribusi Indikator