Laporkan Masalah

EVALUASI MANAJEMEN PEMASARAN MUSEUM BENTENG VREDEBURG YOGYAKARTA

UPIEK LISTYARINI P, Dr. Daud Aris Tanudirjo, MA

2013 | Skripsi | ARKEOLOGI

Sejak dua dasawarsa terakhir ini, museum telah mengalami perkembangan paradigma. Semula, museum lebih berorientasi pada koleksi, namun kini museum berorientasi kepada pengunjung. Perkembangan paradigma ini menjadi tuntutan baru bagi museum untuk berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat baik dari segi edukasi maupun segi rekreasi. Untuk menghadapi tuntutan tersebut museum memerlukan revolusi terhadap manajemennya. Salah satu revolusi yang dapat dilakukan oleh museum adalah manajemen pemasaran yang diterapkan dalam manajemen museum. Manajemen pemasaran museum berfungsi sebagai upaya pemasaran produk dan pelayanan museum terhadap masyarakat. Selain itu, manajemen pemasaran mampu menciptakan reputasi museum. Salah satu indikasi keberhasilan pemasaran museum adalah meningkatnya kunjungan ke museum. Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta (MBVY) adalah museum khusus perjuangan di daerah Yogyakarta yang sudah menerapkan manajemen pemasaran dalam pengelolaannya. Untuk dapat mengetahui bagaimana manajemen pemasaran MBVY dilihat dari prinsip-prinsip pemasaran maka diperlukan adanya evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan melakukan perbandingan antara prinsip-prinsip pemasaran dengan manajemen pemasaran yang diterapkan di MBVY. Prinsip tersebut merupakan kumpulan dari beberapa pendapat ahli mengenai manajemen pemasaran. Berdasarkan hasil perbandingan antara prinsip-prinsip pemasaran dengan manajemen pemasaran yang diterapkan di MBVY, beberapa prinsip pemasaran belum dilakukan oleh pengelola MBVY. Prinsip-prinsip pemasaran yang belum diterapkan di MBVY dijadikan sebagai rekomendasi kepada pengelola manajemen pemasaran MBVY sehingga, manajemen pemasaran MBVY mampu memliki reputasi dan citra positif di masayarakat.

Since two decades ago, museum has experienced paradigm shift, from collection-oriented museum to visitor-oriented museum. This paradigm shift requires museum to improve their services to their visitors as well as public at large, both in its education and recreation aspects. This in turn has caused radical changes in the museum management especially throug the implementation of well design museum marketing. In museum, the marketing management is seen as an effort to market the museum product and services to the public. In addition, the marketing management should be able to enhance the museum reputation. One of indication of a succesfull marketing is the increase in visitor number. Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta (MBVY) is a special museum which presents information on the Indonesian‟s struggle for independent especially in Yogyakarta Region. This museum is among the museum which have tried to implement marketing. To know how the marketing management was conducted in MBVY, an evaluation is needed. Such an evaluation can be undertake through a comparative analysis which compare general principles of museum marketing to the program that has been carried out by the museum relating to museum marketing. The general principles of museum marketing are derived from compilation of museum marketing models suggested by some scholars. The result demonstraete there are a number of marketing that have not been implemented yet by MBVY. Those principles are discussed in this thesis and some recomendations were suggested to improve the MBVY marketing. Hopefully the management of MBVY could improve their marketing management so that the museum will have a high reputation in Indonesa.

Kata Kunci : Arkeologi, Museologi, Manajemen Pemasaran, Museum, Benteng Vredeburg Yogyakarta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.