KESEPADANAN PENERJEMAHAN IDIOM DALAM NOVEL LASKAR PELANGI DAN 무지개 í•™êµ (MUJIGAE HAKYO)
EKA HARDIANANINGSIH, Amin Basuki, S.S., M.A.
2013 | Skripsi | BAHASA KOREAPenelitian ini berfokus pada analisis kesepadanan penerjemahan idiom Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Korea. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bentuk padanan idiom BSu ke dalam BSa kemudian membandingkan keduanya untuk mengetahui kesepadanan maknanya. Data yang digunakan adalah novel karya Andrea Hirata yang berjudul Laskar Pelangi beserta terjemahannya dalam Bahasa Korea berjudul Mujigae Hakgyo yang diterjemahkan oleh Kim Seonhee. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan terlebih dahulu menganalisis idiom BSu dan terjemahannya dalam BSa. Kemudian membandingkan keduanya serta melihat kesepadanan makna. Dari analisis yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan, yaitu tidak semua strategi penerjemahan idiom yang dikemukakan oleh Mona Baker muncul dalam penerjemahan novel Laskar Pelangi, karena perbedaan struktur linguistik yang berbeda antar masing-masing bahasa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode parafrase adalah cara yang digunakan untuk menerjemahkan idiom di dalam novel ini. Berdasar kesepadanan maknanya, dari semua data yang terkumpul menunjukkan bahwa penerjemahan idiom ini seluruhnya mempunyai kesepadanan makna dari segi informasi, dan isi pesan yang disampaikan dari BSu sama dengan yang ditampilkan dalam BSa.
The focus of this study is to analyze of the equivalence translation of Indonesian idioms into Korean. The objectives of this research are to describe the equivalence form of the SL idioms into TL idioms translation and to compare them to identify their meaning equivalence. The research data were collected from Laskar Pelangi Novel by Andrea Hirata and its Korean translation『무지개 í•™êµã€(Mujigae Hakyo) by Kim Seonhee. This study employed descriptive method, that the research was conducted by analyzing SL idioms and their translations in TL idiom, then compared them to know their meaning equivalence. The data were idiomatic expressions and were collected in the form of sentences. The findings of this study show that most of idiomatic expressions are translated with the strategy of paraphrase. Furthermore, the translation by omission is in the second rank after the translation by paraphrase. According to the meaning equivalence from all of the collected data, the results shows that the translation of SL idioms into TL idioms has equivalence in meaning and in the message content. Translating idiomatic expressions is not easy because of the different culture and linguistic terms of the source and target language.
Kata Kunci : idiom, terjemahan, kesepadanan