ANALISIS CAPACITY CONSTRAINED WORKER (CCW) DENGAN PENDEKATAN WAKTU BAKU DAN DENYUT JANTUNG PEKERJA (STUDI PADA : INDUSTRI TEMPE “MUCHLARâ€KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA)
MAMAN ZURIWIATMA, Dr. Ir. Endy Suwondo, DEA
2013 | Skripsi | TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIANSalah satu faktor produksi yang berperan penting dalam menentukan efisiensi ataupun efektifitas produksi adalah tenaga kerja. Tenaga kerja juga dapat menjadi kendala bagi sebuah industri yang apabila tidak diidentifikasi dapat menganggu tujuannya. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi setiap kendala kerja yang ada dalam suatu industri adalah Theory of Constraint (ToC). ToC mengakui bahwa kinerja setiap perusahaan dibatasi oleh kendala-kendalanya. Tempe â€Muchlar†merupakan salah satu industri pangan yang semua pekerjaannya dilakukan manual sehingga proses produksinya sangat tergantung kapasitas dari tenaga kerja. Permasalahn muncul karena target produksi tempe setengah jadi sebesar + 3600 kg tidak tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Capacity constrained worker yang terjadi menggunakan pendekatan waktu baku dan dapat menentukan perbaikan yang tepat untuk dapat meningkatkan kapasitasnya Penelitian ini dilakukan dengan mengukur dan menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas pekerja seperti denyut jantung, waktu baku dan keadaan lingkungan pekerja. Dari data-data tersebut dapat diidentifikasi pekerja yang memiliki potensi menjadi Capacity Constrained Worker yang ditunjukkan dengan pekerja yang paling lemah. Selanjutnya dari waktu baku yang diperoleh dapat ditentukan pekerja yang menjadi Capacity Constrained Worker dengan membandingkan dengan target produksinya. Dari hasil penelitian dapat ditentukan bahwa pekerja yang menjadi Capacity Constrained Worker adalah pekerja stasiun pemisahan kulit. Hal ini dibuktikan dari waktu baku yang diperoleh sebesar 5,63 detik/kg yang membuat target produksi sebesar 3.600 kg dalam 5 jam tidak tercapai. Dengan perbaikan yang dilakukan yaitu menurunkan suhu ruangan dari tinggi ke normal waktu baku pekerja dapat meningkat menjadi 5 detik/kg dan target produksi dapat tercapai serta meningkatkan pendapatan. Dan dengan menerapkan buffer management tidak ditemukan kembali stasiun kerja yang menjadi constraint.
One of the factors of production that plays an important role in determining the efficiency and effectiveness of production is worker. worker can also be an obstacle for an industry which, if not identified could disturb the goal. One of the concepts that can be used to identify any constraints existing work in an industry is the Theory of Constraints (TOC). TOC recognizes that the performance of each company is limited by constraints. Tempe \\"Muchlar\\" is one of the food industry that all the work is done manually so that the production process is highly dependent on the capacity of the workforce. Problems arise because the target tempe production of semi-finished for 3600 + kg is not reached. This study aims to identify the worker happens Capacity constrained approach of standard time and may determine the appropriate improvements to increase capacity This study was conducted to quantify and determine the factors that affect the capacity of workers such as heart rate, standard time workers and the environment. Of these data can be identified as a potential Capacity Constrained worker indicated by the weakest workers. Subsequently obtained from the standard time can be determined Capacity Constrained worker by comparing the output targets From the results of this study determined that the Capacity Constrained worker is a peeling station. This is evidenced from the standard time of 5.63 seconds gained / kg which makes a production target of 3,600 kg in 5 hours is not reached. With the improvements made to the lowering of the room temperature to the normal high standard time workers can be increased to 5 sec / kg and production targets can be achieved and increase revenue. And by applying management buffer rediscovered not be constraint work stations .
Kata Kunci : waktu baku, Capacity Constrained Worker, Target Produksi