Code-Mixing in DeaLova and Cintapuccino: A Comparative Study
RIRIS NURUL AWALIYAH, Drs. Tofan Dwi Hardjanto, M.A
2013 | Skripsi | SASTRA INGGRISSkripsi ini meneliti campur kode yang terjadi di dalam dua novel Indonesia dengan genre berbeda, yaitu teen lit dan chick lit, berjudul DeaLova dan Cintapuccino. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk mengidentifikasi data yang akan digunakan (Kalimat bahasa Indonesia yang memuat kode-kode Bahasa Inggris pada tingkatan frasa dan di bawahnya seperti huruf, kata, dan frasa yang ditemukan di dua novel di atas), mengklasifikasi data berdasarkan klasifikasi Kannaovakun dan Gunther dan klasifikasi Ho, selain itu juga akan diselediki apakah terdapat perbedaan antara campur kode di novel DeaLova dan Cintapuccino. Total 625 campur kode dalam Bahasa Inggris, 113 diperoleh dari Dealova dan 512 yang lain dari Cintapuccino, digunakan sebagai data untuk skripsi ini. Dalam pengklasifikasian data, kedua klasifikasi yang telah disebutkan sebelumnya akan digabung dan tidak digunakan secara terpisah. Klasifikasi gabungan tersebut dengan kemudian memiliki 10 tipe campur kode yaitu: pemotongan, hibridisasi, konversi, pergeseran semantik, reduplikasi, pergeseran urutan kata, huruf abjad, kata benda nama diri, kata leksikal, dan frasa. Hasil dari klasifikasi menunjukkan bahwa, untuk novel DeaLova, tipe campur kode yang paling dominan adalah hibridisasi dengan 51 data dan yang paling rendah frekuensinya adalah reduplikasi dengan nol data. Sedangkan untuk Cintapuccino, tipe campur kode yang paling dominan adalah kata leksikal dengan 127 data dan yang paling rendah frekuensi kemunculannya adalah pergeseran semantik dengan hanya satu data. Kesimpulan akhir penelitian ini menunjukkan bahwa Bahasa Inggris masih cukup marak digunakan di novel-novel populer Indonesia.
This study deals with code-mixing in the two Indonesian novels of two different genres namely teen lit and chick lit entitled DeaLova and Cintapuccino. The objectives of this study are to identify the data (Indonesian sentences containing English codes on phrase level and under, e.g. letters, words, and phrases that found in the two novels above), to classify the data based on the two classification frameworks proposed by Kannaovakun and Gunther, and Ho, and to know whether there is a difference(s) between code-mixing in DeaLova and Cintapuccino. The total of 625 English code-mixings, 113 from DeaLova and the other 512 from Cintapuccino, used as the data of the research. In order to classify the data, the classification frameworks by Kannaovakun and Gunther, and Ho were combined. The combined classification will consist of ten types of code-mixing: truncation, hybridization, conversion, semantic shift, reduplication, word order shift, letters of the alphabet, proper nouns, lexical words, and phrases. The result of the study shows that in DeaLova, the most dominant type of code-mixing is hybridization with 51 data and the lowest is reduplication with zero occurrences. Meanwhile, for Cintapuccino, the type of codemixing with the highest frequency is lexical words with 127 data and the lowest is semantic shift with only one datum. The last conclusion of this study shows that till now English still frequently used in Indonesian popular novels.
Kata Kunci : campur kode Inggris-Indonesia, novel teen lit, novel chick lit