MERAJUT JEJARING PERDAGANGAN DAN MENDORONG INTEGRASI EKONOMI NASIONAL: PELABUHAN SEMARANG 1825-1939
ANIF EKO TRISNADI, Prof. Dr. Bambang Purwanto, M.A
2013 | Skripsi | ILMU SEJARAHPerkembangan perdagangan memiliki kaitan yang erat dengan keterbukaan akses. Keterbukaan tersebut dimanfaatkan untuk membangun jejaring integrasi untuk mengintegrasikan seluruh pusat-pusat produksi dengan pasar. Dalam hal ini pelabuhan memiliki peran penting sebagai fungsi integratif. Penelitian ini diarahkan untuk mengungkapkan bagaimana pelabuhan Semarang sebagai fungsi integratif menyatukan jejaring perdagangan, baik perannya dalam mengintegrasikan antar pusat-pusat produksi di Jawa Tengah dan antara pusatpusat produksi tersebut dengan pasar serta perannya sebagai salah satu titik integrasi ekonomi nasional melalui jejaring pelabuhan-pelabuhan yang ada di hampir seluruh Indonesia pada tahun 1825 hingga 1939. Dalam kurun waktu 114 tahun tersebut pola-pola integrasi ini terbentuk melalui campur tangan pemerintah kolonial. Penelitian ini menggunakan metode sejarah untuk melakukan eksplanasi terkait tema tersebut. Kekuatan penelitian ini terletak pada penggunaan sumbersumber primer, baik berupa arsip maupun dataset. Selain itu juga terdapat bukubuku yang relevan untuk mendukung hasil penelitian. Dalam sumber-sumber tersebut lebih banyak menggunakan angka sebagai dasar, sehingga penelitian ini juga mengedepankan analisis kuantitatif untuk menjelaskan peristiwa dan perubahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akibat dari terintegrasinya ekonomi nasional ke dalam ekonomi global telah memperlihatkan perubahan yang besar dalam struktur ekonomi Indonesia. Integrasi tersebut paling tidak telah memberikan dua dampak yaitu pertumbuhan dan kerentanan ekonomi. Integrasi tersebut juga telah memberikan akumulasi keuntungan yang besar bagi pemerintah kolonial. Ekspor menjadi salah satu sektor penting dalam peningkatan Produk Domestik Bruto Indonesia. Sektor ekspor tersebut adalah komoditikomoditi pertanian, terutama industri pertanian padat modal khususnya gula. Akan tetapi pada periode-periode kedepan, sektor pertanian tersebut mulai tergeser oleh sektor pertambangan, karena terjadi perkembangan kebutuhan dan permintaan pasar. Oleh karena itu, fungsi integratif tersebut memiliki dampak ekonomi yang luas, tidak hanya di Jawa Tengah, tetapi juga di Indonesia melalui jejaring ekonomi yang terbentuk melalui pelabuhan Semarang. Integrasi tersebut mencerminkan bahwa batas-batas ekonomi wilayah atau negara harus dihilangkan untuk menciptakan kondisi pasar yang baik, namun tetap terkontrol oleh negara.
Trade development has a close connection with open access. Openness is used to network integration to integrate all production centers with markets. In this case the port has an important role as an integrative function. This study aimed to reveal how the port of Semarang as the integrative function of integrating trade networks, both its role in integrating between centers of production in Central Java and between the production centers to the market as well as its role as a point of national economic integration through network ports that there is in almost all of Indonesia in 1825 to 1939. In a period of 114 years the integration patterns are formed through the intervention of the colonial government. This study uses historical explanations related to the theme. Strength of this study lies in the use of primary sources, both in the form of files or datasets. There are also books that are relevant to support the research. In these sources more often used as a base figure, so this study also emphasizes the quantitative analysis to explain the events and changes. The results showed that the result of the integration of national economies into the global economy has shown a major change in the structure of the Indonesian economy. The integration has at least two effects, namely providing growth and economic vulnerability. The integration also provides a great advantage for the accumulation of the colonial government. Exports to be one important sector in the Gross Domestic Product increased Indonesia. The export sector is the agricultural commodities, especially agricultural industry particularly capital intensive sugar. But in the next periods, the agricultural sector began shifting by the mining sector, due to the development needs and market demand. Therefore, the integrative function has a broad economic impact, not only in Central Java, but also in Indonesia through economic networks formed through the port of Semarang. The integration reflected that limits of economic regions or countries should be eliminated to create favorable market conditions, but still controlled by the state.
Kata Kunci : Pelabuhan Semarang, Integrasi Ekonomi, Pertumbuhan Ekonomi