Laporkan Masalah

PENGUKURAN TARAF INTENSITAS KEBISINGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK VISUAL ANALYSER DAN SOUND LEVEL METER DI BEBERAPA INDUSTRI PEMOTONGAN KAYU DI DAERAH KALASAN YOGYAKARTA

RINDA APRILIANI PUSPITASARI, Dr. Mitrayana S.Si, M.Si

2013 | Skripsi | FISIKA

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kebisingan selama proses pemotongan kayu dan kurangnya perlengkapan pekerja di beberapa tempat pemotongan kayu di Kalasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur taraf intensitas kebisingan di beberapa tempat pemotongan kayu menggunakan perangkat lunak Visual Analyser dan mengetahui faktor kesetimbangan antara visual analyser dengan sound level meter .Sampel dalam penelitian ini diambil dari tempat pemotongan kayu UD. Glugu dan UD. Glugu “Langkah Usaha”. Pengambilan data dilakukan selama 6 hari, yakni 5 hari pengambilan menggunakan laptop yang dilengkapi perangkat lunak Visual Analyser 2011 (VA 2011) yang telah dikalibrasi dengan Sound Level Meter dalam waktu 1 jam tiap 3 menit per harinya dan 1 hari pengukuran langsung menggunakan SLM SL-4012 tiap 30 detik selama 1 jam. Hasil yang diperoleh adalah taraf intensitas kebisingan sinambung (LAeq) yang terdapat di (1) UD. Glugu adalah sebesar LAeq ± ΔLAeq = (104 ± 2) dB(A) dan pengukuran menggunakan SLM SL-4012 menunjukkan LAeq ± ΔLAeq = (98 ± 3) dB(A), (2) UD. Glugu “Langkah Usaha” LAeq ± ΔLAeq = (92 ± 5) dB(A) dan pengukuran langsung SLM SL-4012 memberikan hasil LAeq ± ΔLAeq = (89 ± 1) dB(A). Frekuensi yang menghasilkan intensitas tertinggi di UD. Glugu berada di kisaran 0-1 kHz dengan persentasi 34,5% dan frekuensi 1-2 kHz sebesar 22,6%, dan frekuensi yang menghasilkan intensitas tertinggi di UD. Glugu “Langkah Usaha” berada di kisaran 0-1 kHz sebesar 33% dan frekuensi 4-5 kHz sebesar 17,6% dan 5–6 kHz sebesar 16,8%. Kesimpulannya adalah taraf intensitas kebisingan di dua tempat tersebut telah melewati batas ambang kebisingan yang dianjurkan Menteri Kesehatan sebesar 70 dB(A) dan yang diperbolehkan Menteri tenaga kerja sebesar 85 dB(A) untuk waktu paparan 8 jam per hari.

This research is caused by the presence of noise during the cutting wood processand the lack of working equipment in several sawmills in Kalasan. This research aims to measure the noise intensity level in several sawmill industry by using visual analyser software and to recognize the constanta equivalent between visual analyser software and sound level meter. The samples were drawn from UD.Glugu and UD. Glugu “Langkah Usaha”. Data collection was conducted over 6 days in which 5 days using a laptop equipped Visual Analyser 2011 (VA 2011) software which has been calibrated with Sound Level Meter every 3 minutesin 1 hour per day and 1 day direct measurement using SLM SL-4012 every 30 seconds for 1 hour . The result is a continuous noise intensity level (LAeq) contained in (1) UD. Glugu is equal to LAeq ± ΔLAeq = (104 ± 2) dB(A) and measurement using the SLM SL-4012 indicate LAeq ± ΔLAeq = (98 ± 3) dB(A), (2)UD. Glugu \\\\"Langkah Usaha\\\\" LAeq ± ΔLAeq = (92 ± 5) dB(A) and direct measurement SLM SL-4012 provides resultLAeq ± ΔLAeq = (89 ± 1) dB(A). The frequency producing the highest intensity in the UD. Glugu is in the range of 0-1 kHz with a percentage of 34.5 % and the frequency of 1-2 kHz of 22.6%, and the frequency that produces the highest intensity in the UD. Glugu \\\\"Langkah Usaha\\\\" is in the range of 0-1 kHz frequency by 33% and by 17,6% 4-5 kHz and 5-6 kHz of 16,8%. In conclusion,noise intensity level in the two places have passed the recommended noise threshold of 70 dB(A) by Minister of Health and 85 dB(A) by Minister of labor for 8 hours per day exposure time.

Kata Kunci : taraf intensitas kebisingan, visual analyser, industri pemotongan kayu


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.