PENYIMPANGAN PERILAKU SOSIAL PARA MEMBER DAN INSTRUKTUR SENAM Studi Kasus Sanggar Senam di Yogyakarta
WINDA N AYUNINGTYAS, Dr. Setiadi, S.Sos, M.Si
2013 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYASenam yang dikenal sebagai salah satu kegiatan olahraga, ternyata tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan olah tubuh. Bagi sebagian orang, senam sudah menjadi gaya hidup modern. Dengan kata lain, senam merupakan kegiatan untuk menaikkan status sosial. Tidak hanya melulu urusan kesehatan namun urusan penampilan seperti baju senam yang keren, sepatu serta aksesoris yang serba branded,serta sanggar di mana seseorang tersebut senam menjadi bagian yang lebih penting daripada senam itu sendiri. Aspek positif dan aspek negatif banyak didapat dari menjamurnya sanggar senam di Yogyakarta. Aspek positif di antaranya adalah terciptanya lapangan pekerjaan bagi pemilik sanggar dan instruktur-instruktur yang bekerja di dalamnya. Dalam perkembangannya, beberapa aspek negatif muncul berkaitan dengan semaraknya sanggar senam di Yogyakarta adanya perilaku seks menyimpang yang dilakukan oleh sebagian anggota sanggar senam. Fenomena tersebut antara lain seperti instruktur yang dapat dibooking, instruktur laki-laki yang kemayu, lesbian, maupun perselingkuhan telah menjadi rahasia umum di kalangan komunitas ini. Penelitian ini dilakukan pada empat informan di dua sanggar senam yang mewakili keberadaan perilaku seks menyimpang tersebut. Sementara keberadaan sanggar senam patut diperhitungkan mengingat para informan adalah orang yang aktif di sanggar senam. Pada tahap ini, sanggar senam menjadi ruang publik bagi komunitas pecinta senam, akan tetapi bukan menjadi fasilitas untuk perilaku-perilaku menyimpang informan tersebut. Penelitian menggunakan metode observasi partisipasi dan wawancara mendalam. Sumber data diperoleh dari data primer berupa wawancara dan data sekunder berupa literatur-literatur yang relevan. Sedangkan yang menjadi pokok permasalahan dalam penulisan ini adalah mengenai bagaimana interaksi intensif para member dan instruktur senam berperilaku seks menyimpang. Penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menyimpang tersebut justru dilakukan oleh instruktur dan member, lalu apa tujuan dan motivasi mereka melakukan hal-hal menyimpang tersebut? Penelitian ini ingin mengungkap fenomena yang dilakukan oleh sebagian anggota sanggar senam tersebut. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa tingkat intensitas interaksi berpengaruh terhadap kegiatan perilaku seks menyimpang. Serta terungkap berbagai motivasi dan alasan kegiatan seks menyimpang tersebut dilakukan.
-
Kata Kunci : -