Laporkan Masalah

KARAKTERISTIK MORFOLOGI, PERTUMBUHAN IN VITRO DAN KEMAMPUAN SAPROFITIK ISOLAT JAMUR UPAS DARI TEGAKAN CEMARA UDANG

MOHAMAD RIZKY H, Dr. Sri Rahayu, MP

2013 | Skripsi | BUDIDAYA HUTAN

Penanaman cemara udang (Casuarina equisetifolia) merupakan salah satu upaya rehabilitasi kawasan pesisir. Cemara udang berfungsi sebagai pemecah angin, akan tetapi penanaman yang bersifat monokultur akan meningkatkan potensi perkembangan jamur upas (Corticium salmonicolor). Informasi mengenai karakteristik morfologi dan kemampuan saprofitik jamur upas masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik isolat jamur upas dari tegakan cemara udang secara in vitro dan mengevaluasi kemampuan saprotifitik isolat jamur upas pada ranting cemara udang yang berasal dari materi vegetatif dan generatif. Isolat jamur upas diambil dari tegakan cemara udang yang berada di Pantai Samas Bantul, Pantai Kwaru Bantul, dan Pantai Lembupurwo Kebumen. Pengamatan yang diamati meliputi 1) morfologi jamur upas yang berasal dari lapangan dan kenampakan mikroskopisnya, 2) pertumbuhan isolat jamur upas secara in vitro pada kondisi kelembaban, suhu dan intensitas cahaya yang berbeda, dan 3) kemampuan saprofitik jamur upas pada potongan ranting cemara udang steril ukuran 6 x 0,5-1 cm dari materi generatif dan vegetatif. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL). Jamur upas yang tumbuh pada tegakan cemara udang di pesisir memiliki karakteristik secara in vitro tumbuh lebih baik pada kelembaban tinggi (>80%), suhu 25-27°C dan intensitas cahaya 107-111 Lux. Miselia jamur upas yang tumbuh pada ranting cemara udang dari materi generatif dan vegetatif menunjukan bahwa kemampuan saprofitik isolat jamur upas yang berasal dari Pantai Samas dan Pantai Kwaru lebih tinggi dibandingkan isolat yang berasal dari Pantai Lembupurwo.

Casuarina equisetifolia cultivation is an effort to rehabilitate the coastal area. C. equsetifolia has function as the wind break, but monoculture stands will increase the growth potential of Corticium salmonicolor. Information on morphological characteristics and saprophytic potency of C. salmonicolor are still limited. This research aims to find out C. salmonicolor isolates characteristics from in vitro C. equisetifolia stands and evaluate saprophytic potency of C. salmonicolor on C. equisetifolia twigs originated from vegetative and generative materials. C. salmonicolor isolates was taken from C. equisetifolia stands in Samas Coast, Bantul, Kwaru Coast, Bantul, and Lembupurwo Coast, Kebumen. Observation were conducted on 1) C. salmonicolor morphology from field and its microscopic appearance, 2) the growth of C. salmonicolor isolates in different humidity, temperature and light intensity, and 3) saphrophytic potency of C. salmonicolor on sterilized twig of C. equisetifolia size 6 x 0,5-1 cm originated from generative and vegetative materials. The research design used was the Completely Randomized Design (CRD). C. salmonicolor isolates growing in C. equisetifolia stands in the coastal area have better characteristics growth in high humidity (>80%), temperature 25-27 °C and light intensity 107-111 Lux. C. salmonicolor mycelia growth on C. equsetifolia twig from generative and vegetative materials showed that saprophytics potency of C. salmonicolor isolates from Samas and Kwaru Coast were higher than isolate from Lembupurwo Coast.

Kata Kunci : Jamur upas, Cemara udang, Saprofitik, In vitro


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.