Manajemen Pengembangan Karir Perawat Di RSUD Wonosari Gunungkidul Propinsi DIY
WANDA ABRAR, Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD
2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Perawat klinik merupakan area yang jarang dipromosikan dan jarang menerima bimbingan dalam pengembangan karir yang sesungguhnya dapat digunakan untuk penempatan perawat pada jenjang yang sesuai dengan keahliannya, serta menyediakan kesempatan yang lebih baik Tujuan: Untuk mengeksplorasi kebijakan manajemen rumah sakit dan pemahaman perawat dalam pengembangan karir profesional perawat klinik serta mengidentifikasi pola pengembangan karir yang ada di di RSUD Wonosari. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan purposive sampling dimana dilakukan wawancara mendalam terhadap pihak manajemen rumah sakit dan pemerintah daerah, serta Diskusi Kelompok Terfokus terhadap kelompok perawat klinik yang terbagi menjadi 4 kelompok, dan 1 wawancara kelompok Hasil dan pembahasan: Struktur karir perawat di RSUD Wonosari masih menggunakan struktur karir jabatan fungsional berdasarkan struktur karir PNS, dimana pihak manajemen sendiri belum berperan secara optimal dalam membimbing karir para perawat. Banyak faktor yang berperan dalam pengembangan karir perawat, antara lain perencanaan karir yang belum dipahami para perawat di RSUD Wonosari. Pola pikir dari pihak manajemen yang masih mengutamakan pembangunan fisik untuk meningkatkan pendapatan daripada pembangunan sumber daya manusia yang sudah ada menyebabkan kendala bagi tim diklat RSUD Wonosari untuk mengembangkan sumber daya manusia. Kurangnya penghargaan terhadap kinerja perawat menyebabkan mereka kurang termotivasi untuk meningkatkan karirnya. Kesimpulan dan saran: Manajemen karir di RSUD Wonosari belum sistematis dan perencanaan karir perawat klinik masih bersifat parsial. Untuk itu pihak manajemen perlu membangun sistem pengembangan karir perawat professional yang sistematis bersama Dinas Kesehatan, BKD, dan PPNI Kabupaten Gunungkidul.
Background: Clinical nursing was less promoted area and received less guidance in the effort to achieve career development which was very useful to place nurses to certain position suitable to their specialities and to provide better chances. Goal: To explore hospital management policies and nurses’ understanding about professional career development of clinical nurses, and to identify career development pattern in Wonosari Hospital. Metode: This research was decriptive qualitative using purposive sampling in which indepth interview was conducted with hospital management and local government. It also involved Forum Group Discussion for a group of clinical nurses which was divided into 4 groups, and 1 interview group. Result and Discussion: The career structure of nurses in Wonosari Hospital still followed functional career structure of Civil Service, in which management did not have optimal role in guiding nurses’ career. There were many factors that influenced nurse career development such as career planning that most nurses in Wonosari Hospital did not understand. Hospital management also had mindset that physical career to improve revenues was more important the development of existing human resources. Lack of appreciation for nurses’ work performance led nurses to be less motivated to improve their career. Conclusion and Suggestion: The management career of Wonosari Hospital has not systematically developed and nurses’ career planning was still partially. Therefore, Wonosari Hospital management needs to create a systematic professional nursing career development together with Health Department, BKD, and PPNI of Gunungkidul regency.
Kata Kunci : perencanaan karir, manajemen karir, perawat klinik, pola karir perawat