Laporkan Masalah

PERSEPSI PASIEN DAN DOKTER TENTANG PENTINGNYA INFORMED CONSENT TERTULIS DALAM TINDAKAN TRANSFUSI DARAH DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO WONOGIRI

HASLINDA RINTO RAHAYU, dr. Siswanto Sastrowijoto,Sp.THT-KL (K).,MH

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Transfusi darah merupakan satu dari banyak kegiatan yang dilakukan dalam Rumah Sakit. Tindakan ini dapat menimbulkan berbagai dampak yang tidak diinginkan seperti reaksi alergi yang berakibat penambahan masa rawat (Length Of Stay) pasien di rumah sakit sehingga meningkatkan biaya perawatan, morbiditas sampai dengan kematian. Informed Consent merupakan media yang digunakan dokter untuk menstranfer pengetahuan kepada pasien di Indonesia Informed consent diatur dalam undang–undang yang merupakan kewajiban dokter dan hak otonomi pasien. Informed consent tindakan medis di Indonesia sudah ada namun tidak dalam tindakan transfusi darah. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun komponen informed consent tertulis dalam tindakan transfusi darah. Metode: Jenis Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam yang dilakukan kepada pasien, dokter dan managemen rumah sakit. Hasil dan pembahasan: Dari hasil penelitian diperoleh bahawa informed consent tertulis tindakan transfusi terdapat 7dari 11 responden pasien menyatakan penting untuk ada dan seluruh responden dokter memberi pernyataan yang sama. Informed consent tertulis sesuai dengan persepsi pasien, dokter dan managemen perlu untuk diaplikasikan mengingat risiko tindakan transfusi darah, kebutuhan akan akreditasi rumah sakit, legalitas tindakan dokter. Komponen informed consent tindakan transfusi darah tertulis sesuai dengan persepsi pasien dan dokter adalah alasan pemberian transfusi darah, efek samping tindakan atau risiko, jumlah darah perkantong dan persetujuan pasien akan tindakan. Kesimpulan dan Saran: Komponen Informed consent tertulis dalam tindakan transfusi darah menurut persepsi pasien, dokter, managemen dan peraturan yang berlaku di Indonesia berisikan: indikasi, tujuan, risiko atau efek samping tindakan, alternatif tindakan selain transfusi darah, jumlah darah, prosedur pelaksanaan, prognosis tindakan dan harga per kantong darah

Background: Blood transfusion is one of many activities carried out in hospitals. It may bring numerous unexpected effects such as allergy that can cause extended length of stay of patients which results in increase of hospitalization cost, morbidity and mortality. Informed consent is the media used by the physicianto transfer knowledge to patients. Informed consent is regulated by law which becomes physicians obligation and patients’ autonomous rights. Informed consent of medical intervention in Indonesia is available but not in blood transfusion intervention. Objective: The objective of the study was to compile draft of written informed consent in blood transfusion intervention. Method: The study was descriptive qualitative. Instrument of the study was indepth interview with patients, physicians and hospital management. Result and Discussion: The results of the showed study written informed consent was obtained that contained transfusion intervention 7 respondents said it was important for existing patients and physicians all respondents to give the same statement. Informed consent should be implemented according to perception of the patient, physician, and hospital management due to the risk that such an intervention might bring, need for hospital accreditation, and legality of physicians intervention. Component of informed consent intervention blood transfusion in writing in accordance with the patient and physician perception is the reason blood transfusion, side effects or risk action, the amount of blood per pack and patient consent will be intervention. Conclusion and Suggestion: Written informed consent component in blood transfusion according intervention perceptions of patients, physicians, management and regulations in Indonesia included: indications, objectives, risks or side effects of actions, alternatives intervention in addition to blood transfusion, blood counts, implementation procedures, prognosis and intervention costs of blood per pack

Kata Kunci : Informed consent tertulis, Persepsi, Transfusi darah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.