PERSEPSI PERAWAT PELAKSANA TENTANG GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN TERHADAP PENERAPAN STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RS IMANUEL WAY HALIM BANDAR LAMPUNG TAHUN 2012
Dyah Rita Wulangun, dr.Sugianto Adisaputro,SpS.,M.Kes.,P
2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Pemimpin yang memiliki hubungan yang baik akan membuat orang lainpun nyaman dan hal ini akan menguntungkan bagi semua pihak (Manion, 2005) Makin sesuai gaya kepemimpinan kepala ruang rawat, makin baik pelaksanaan tugas perawat diruang rawat, karena mereka menginginkan pemimpin yang menghormati martabat, otonomy dan harga diri (Swansburg, 1990). Tujuan: Mengetahui persepsi perawat pelaksana terhadap gaya kepemimpinan kepala ruangan di ruang rawat inap RS Imanuel. Mengetahui pelaksanaan standar asuhan keperawatan di ruang rawat inap RS Imanuel. Mengetahui hubungan antara persepsi perawat pelaksana terhadap gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan kinerja perawat pelaksana di ruang rawat inap RS Imanuel Metode : Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus rancangan tipe 1 (Yin, 2009). Dimana penelitian yang dilakukan mencakup lebih dari satu unit analisis. Penelitian dimulai dari tanggal 1- 31 Desember 2012, mengambil data dokumentasi kelengkapan asuhan keperawatan yang terdapat dalam arsip setiap pasien, menyebarkan kuisioner pada responden penelitian ini yang berjumlah 93 orang perawat pelaksana yang bertugas di ruang rawat inap dewasa, rawat inap anak, rawat inap kebidanan, ICU dan VIP, serta melakukan wawancara kepada 6 orang kepala ruangan rawat inap RS Imanuel Way Halim Bandar Lampung. Hasil: Lima dari enam ruang rawat inap di pimpin oleh kepala ruanga dengan gaya kepemimpinan demokratik. Dan hanya satu ruangan yang dipimpin oleh kepala ruangan dengan gaya kepemimpinan autocratik. Ruang rawat inap kebidanan memiliki pencapaian SAK 23,80 %. Ruang rawat inap anak memiliki pencapaian SAK 90,70%. ICU memiliki pencapaian SAK 93,30%. VIP memiliki pencapaian SAK 93,20%. Ruang rawat inap dewasa wanita memiliki pencapaian SAK 91,10%. Ruang rawat inap dewasa pria memiliki pencapaian SAK 93,80%. Pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan pada aspek pengkajian mencapai rata rata kelengkapan 80,9 %. Aspek diagnosa keperawatan mencapai rata rata kelengkapan 82,4%. Aspek perencanaan keperawatan mencapai rata rata 66,9%. Aspek tindakan keperawatan mencapai rata rata kelengkapan 90,4%. Aspek evaluasi asuhan keperawatan mencapai rata rata kelengkapan 87,5 %. Analisis mengenai hubungan antara persepsi tentang gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kinerja perawat dalam hal ini dilakukan dengan uji fisher. Dari hasil uji Uji Fisher diketahui nilai signifikansi t hitung sebesar 0,167. Karena signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara persepsi tentang gaya kepemimpinan kepala ruang dengan kinerja perawat. Kesimpulan : Ruangan yang dipimpin oleh kepala ruangan dengan gaya kepemimpinan demokratis memiliki angka kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan yang lebih baik dibandingkan dengan ruangan yang dipimpin oleh kepala ruangan dengan gaya kepemimpinan yang lain. Tidak ada hubungan signifikan antara persepsi perawat pelaksana terhadap gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan kinerja perawat pelaksana di ruang rawat inap RS Imanuel Way Halim Bandar Lampung.
Background: The leader who has a good relationship will make people comfortable and another party will benefit to all parties (Manion, 2005). The more appropriate leadership style wards, the better the performance of duties diruang care nurses, because they want a leader who respects the dignity , otonomy and selfesteem( Swansburg, 1990). Objective: To determine the perceptions of nurse leadership style room in Imanuel Hospital inpatient room. Knowing the implementation of standards of nursing care in inpatient Imanuel Hospital. Knowing the relationship between nurse perceptions of leadership styles with performance head room nurse at Imanuel Hospital inpatient Methods: The study design was a case study of type 1 (Yin, 2009). Where research is covered by more than one unit of analysis. The research starts from the 1st until 31 December 2012, taking the completeness of nursing documentation data contained within each patient's records, distributing questionnaires at the study's respondents, amounting to 93 nurses who served in the adult inpatient unit, inpatient children, inpatient obstetrics , ICU and VIP, as well as conduct interviews with six of the head room inpatient of Imanuel Hospital Results: Five of the six wards led by chief gues with the democratic leadership style. And only one room, who led by the head of the room with autocratik leadership style. Obstetric wards unemployed SAK 23.80%. Wards the achievement of children have SAK 90.70%. ICU unemployed SAK 93.30%. VIP unemployed SAK 93.20%. Wards the achievement of adult women have SAK 91.10%. Wards the achievement of adult men have SAK 93.80%. Implementation of nursing care documentation on aspects of the assessment reaches 80.9% average completeness. Aspects of nursing diagnoses reached an average of 82.4% completeness. Planning aspects of nursing achieve average 66.9%. Aspects of nursing actions to reach an average of 90.4% completeness. Evaluation aspects of nursing care to reach an average of 87.5% completeness. Analysis of the relationship between perception of leadership style head nurse in the room with the performance of this test is done with the fisher. From the test results are known Fisher test significance value of 0.167 t count. Because of the significance of more than 0.05, it can be concluded that there is no significant relationship between perception of leadership style performance space with a nurse. Conclusion: The rooms were led with a democratic leadership style has a complete documentation of nursing care numbers better than the room wich led by the other leadership styles. There is no significant relationship between nurse perceptions of leadership styles with performance of head room nurse at Imanuel Hospital.
Kata Kunci : Persepsi, gaya kepemimpinan, kinerja