PEMANFAATAN CITRA ALOS AVNIR-2 UNTUK ANALISIS TINGKAT KERAWANAN LONGSOR LAHAN (STUDI KASUS DI KECAMATAN SAMIGALUH DAERAH PERBUKITAN MENOREH KABUPATEN KULON PROGO)
FAHRU SALEH ADAM, Drs. Sudaryatno, M.Si,
2013 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUHKecamatan Samigaluh merupakan kecamatan yang rawan longsor di Kabupaten Kulon Progo. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kemampuan citra ALOS AVNIR-2 untuk memperoleh parameter lahan yang digunakan untuk menentukan longsorlahan, menyusun dan menentukan zonasi tingkat kerawanan longsor di kecamatan Samigaluh, mengkaji tingkat kerawanan longsorlahan di kecamatan Samigaluh. Metode yang digunakan yaitu metode pengecekan lapangan dengan pengambilan sampel secara stratified random sampling berdasarkan satuan medan. Penentuan tingkat kerawanan longsor ditentukan menggunakan metode pengharkatan melalui pendekatan parameter fisik seperti tekstur tanah, permeabilitas tanah, kerapatan vegetasi, penggunaan lahan, kemiringan lereng, bentuk lereng, kedalaman solum tanah, struktur perlapisan batuan, tingkat pelapukan batuan, dan kerapatan kekar. Penentuan kerawanan longsor memggunakan intensitas curah hujan. Analisis dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa citra ALOS AVNIR-2 yang diintegrasikan dengan Sistem Informasi Geografis mampu mengkaji parameter fisik lahan untuk kerawanan longsor masing-masing memiliki akurasi untuk kerapatan vegetasi sebesar 83,33 % dan penggunaan lahan sebesar 86,4 % . Tingkat kerawanan longsor yang ditentukan dalam penelitian ini yaitu 3 kelas tingkat kerawanan longsor yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Kerawanan longsor tinggi memiliki luas 2413.29ha (35.80%), tingkat kerawanan longsor sedang memiliki luas 3562.45ha (52.85%), dan tingkat kerawanan rendah memiliki luas 764.79ha (11.35%). Zonasi tingkat kerawanan longsorlahan yang diperoleh kemudian digunakan untuk mengkaji dan menganlisis Tingkat kerawanan longsorlahan.
Kecamatan Samigaluh merupakan kecamatan yang rawan longsor di Kabupaten Kulon Progo. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kemampuan citra ALOS AVNIR-2 untuk memperoleh parameter lahan yang digunakan untuk menentukan longsorlahan, menyusun dan menentukan zonasi tingkat kerawanan longsor di kecamatan Samigaluh, mengkaji tingkat kerawanan longsorlahan di kecamatan Samigaluh. Metode yang digunakan yaitu metode pengecekan lapangan dengan pengambilan sampel secara stratified random sampling berdasarkan satuan medan. Penentuan tingkat kerawanan longsor ditentukan menggunakan metode pengharkatan melalui pendekatan parameter fisik seperti tekstur tanah, permeabilitas tanah, kerapatan vegetasi, penggunaan lahan, kemiringan lereng, bentuk lereng, kedalaman solum tanah, struktur perlapisan batuan, tingkat pelapukan batuan, dan kerapatan kekar. Penentuan kerawanan longsor memggunakan intensitas curah hujan. Analisis dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa citra ALOS AVNIR-2 yang diintegrasikan dengan Sistem Informasi Geografis mampu mengkaji parameter fisik lahan untuk kerawanan longsor masing-masing memiliki akurasi untuk kerapatan vegetasi sebesar 83,33 % dan penggunaan lahan sebesar 86,4 % . Tingkat kerawanan longsor yang ditentukan dalam penelitian ini yaitu 3 kelas tingkat kerawanan longsor yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Kerawanan longsor tinggi memiliki luas 2413.29ha (35.80%), tingkat kerawanan longsor sedang memiliki luas 3562.45ha (52.85%), dan tingkat kerawanan rendah memiliki luas 764.79ha (11.35%). Zonasi tingkat kerawanan longsorlahan yang diperoleh kemudian digunakan untuk mengkaji dan menganlisis Tingkat kerawanan longsorlahan.
Kata Kunci : Citra ALOS AVNIR-2, Satuan Medan, Kerawanan Longsor