Collocations in Suzanne Collins’ The Hunger Games : Translation Strategies and Translation Quality Assessment
RETNO MULYATININGSIH, Muh. Arif Rokhman, DRS., M.Hum.
2013 | Skripsi | SASTRA INGGRISBuku dan novel yang telah diterjemahkan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia banyak ditemui dengan mudah. Disini, penerjemahan memiliki peran yang penting. Namun, menerjemahkan bukan merupakan hal yang mudah, karena beberapa masalah mungkin muncul, seperti menerjemahkan ‘collocation’ yang mungkin memiliki bentuk dan arti yang berbeda dalam Bahasa Indonesia. Ketidakakuratan dapat menimbulkan ketidakberterimaan bagi para pembaca karena pesan tidak disampaikan sebagaimana mestinya. Sehingga, strategi penerjemahan dibutuhkan untuk menghasilkan terjemahan yang bagus. Skripsi ini menganalisa collocation dan strategi penerjemahan yang digunakan untuk menerjemahkannya dalam novel The Hunger Games ke dalam Bahasa Indonesia. Peneliti menilai keakuratan dan keberterimaan terjemahan. Yang ketiga, skripsi ini mencoba mencari hubungan antara strategi penerjemahan yang digunakan dengan keakuratan dan keberterimaannya. Dalam pembelajaran ini, kombinasi metode studi pustaka dan studi lapangan digunakan. Studi pustaka dilakukan untuk mencari strategi yang digunakan untuk menerjemahkan collocation yang ditemukan dalam The Hunger Games. Sedangkan, studi lapangan digunakan untuk menemukan keakuratan dan keberterimaan dengan cara menyebarkan angket. Hasil dari penelitian ini, terdapat tujuh tipe collocation berdasarkan teori Benson dan Ilson. Tujuh dari sembilan strategi penerjemahan oleh Suryawinata digunakan dalam terjemahan. Strategi yang paling sering digunakan adalah Cultural Equivalence (14 kali dari keseluruhan 34 data terjemahan yang diteliti). Dan berdasarkan teori Nilai Keakuratan dari Nababan, peneliti menemukan bahwa terjemahan dari The Hunger Games, yang ditulis oleh Suzanne Collins, menjadi The Hunger Games, yang diterjemahkan oleh Hetih Rusli, merupakan terjemahan yang Kurang Akurat dan Dapat Diterima. Hal ini dilihat dari nilai keakuratan yang mencapai angka 1.70, dan nilai keberterimaan yang mencapai angka 1.10. Dari strategi-strategi tersebut, Omission memiliki nilai keakuratan tertinggi sedangkan Borrowing memiliki nilai keberterimaan tertinggi. Tetapi, menurut frekuensi penggunaannya, Cultural Equivalence merupakan strategi terbaik untuk menerjemahkan collocation.
Books and novels which have been translated from English into Indonesian are now easily found. Here, translation has important role. However, translating is not an easy task, because some problem may arise, such as translating collocation which may have different form and meaning in Indonesian. Inaccuracy could bring unacceptability for the readers because the message is not properly transferred. Thus, translation strategies are needed to make a good translation. This study analyzes collocations and the translation strategies used to translate them in The Hunger Games into Indonesian. The researcher assesses the accuracy and acceptability of the translation. Thirdly, this study tries to find out the relation between translation strategies applied with their accuracy and acceptability. In this study, combination of library and empirical methods is used. Library research is done to find out the strategies applied in translating collocation found in The Hunger Games. The empirical method is used to find out the accuracy and acceptability of the translation by distributing questionnaires. As the result of this study, there are seven types of collocation of Benson and Ilson which are found in the novel. Seven of nine translation strategies by Suryawinata are used in the translation. The highest occurrences are Cultural Equivalent (14 times from total 34 translation items analyzed).And based on Accuracy Rating theory from Nababan, the researcher finds that the translation from The Hunger Games, written by Suzanne Collins, into The Hunger Games, translated by Hetih Rusli, is a Less Accurate and Acceptable translation. It is due to the accuracy score of 1.70, and acceptability score of 1.10. From the strategies, Omission has the best score in accuracy while Borrowing has the best score in acceptability. But, considering the frequency of occurrence, cultural equivalence is the best strategy to translate collocation.
Kata Kunci : collocation, strategi penerjemahan, penilaian penerjemahan, novel.