Laporkan Masalah

KEPUASAN BIDAN TERHADAP SISTEM PEMBAYARAN JAMPERSAL DI KABUPATEN SUMBAWA PROVINSI NTB

Sarip Hidayat, Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc, MPH, PhD.

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Penyebab langsung kematian dalam persalinan adalah perdarahan. Angka Kematian Ibu di Kabupaten Sumbawa masih tinggi dan melebihi angka standar nasional. Salah satu kendala penting untuk mengakses persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan adalah keterbatasan dan ketidaktersediaan biaya sehingga diperlukan kebijakan terobosan untuk meningkatkan persalinan yang ditolong tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan melalui kebijakan yang disebut Jaminan Persalinan. Dari berbagai tenaga kesehatan, bidan merupakan tenaga kesehatan ujung tombak dalam memberikan pelayanan persalinan. Pelayanan kesehatan oleh bidan dalam sistem pelayananan kesehatan merupakan proses pelayanan profesional yang diberikan oleh bidan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat, baik sehat maupun sakit, berdasarkan kaidah-kaidah kebidanan. Tujuan: Untuk mengeksplorasi persepsi bidan terhadap program jampersal dan sistem pembayaran serta manfaat potensial yang diperoleh bidan di Kabupaten Sumbawa Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah bidan yang bekerja di puskesmas yang tertinggi dan terendah pengklaiman jampersal, bidan yang bekerja di puskesmas wilayah perkotaan dan kecamatan, bidan dengan masa kerja di bawah 10 tahun dan di atas 20 tahun, bidan yang membuka klinik bersalin dan bidan yang aktif di organisasi IBI. Subjek penelitian lain adalah ketua tim pengelola jampersal kabupaten. Pemilihan sampel penelitian dilakukan dengan purposive sampling. Data diolah dan dianalisis dengan cara content analysis. Hasil Penelitian: Bidan menyatakan tidak puas dengan sistem pembayaran jampersal di Kabupaten Sumbawa yang disebabkan tarif yang rendah , jumlah yang didapat sedikit, banyaknya potongan, banyaknya bidan teman berbagi (2 - 4 orang), tidak sesuai dengan baban kerja serta tanggung jawabnya, rentan terkena panyakit menular. Pembagian porsi dirasakan tidak sesuai karena resiko/tanggung jawab lebih besar dari petugas lainnya. Terjadi keterlambatan pembayaran pengklaiman 3 sampai 6 bulan setelah menolong persalinan dan bidan merasakan manfaat potensial yang diperoleh. Kesimpulan: Bidan merasa tidak puas dengan sistem pembayaran jampersal dan merasakan manfaat potensial yang diperoleh. Pemerintah harus meninjau kembali tarif dan pemotongan sistem pembayaran jampersal, sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan dan dapat memberikan rasa puas terhadap tenaga penolong persalinan untuk jasa dan penghargaan dari apa yang sudah dilakukan.

Background: Direct cause of death in childbirth is bleeding. Maternal mortality rate in Sumbawa District still high and exceeded the national standard. Important obstacle to access the delivery by health worker at health facilities is limited and the unavailability of cost, so that the necessary a breakthrough policy of births attended to improve health workers in health facilities through a policy called delivery guarantee. Various of health workers, midwives are of health workers at the forefront of providing service delivery. Health care by midwives in the health care system is a process of professional services provided by midwives to individuals, families, groups and community, healthy or diseased, based on the principles of midwifery. Objective: To explore the perceptions of midwives to Jampersal program in the payment system and the potential benefits gained midwives in Sumbawa District. Method: This study is a qualitative research. Subjects were midwives who work in the health center the highest claiming Jampersal, a midwife working in the lowest clinic claiming territory Jampersal, midwives working in urban health centers, midwives working in subdistrict health centers, midwives with tenure below 10 years and above 20 years, midwife who founded maternity clinic and midwives who are active in organization of IBI. Other research subjects is chairman of the management team Jampersal of districts. Selection of the study sample conducted with purposive sampling. Data were processed and analyzed by content analysis. Results: The majority of midwives are not satisfied with the payment system Jampersal in Sumbawa caused low tariffs, number of obtained slightly, amount of the reduction, the many friends midwife share (2-4 people), not according to the workload and responsibilities, susceptible to infectious diseases, portion is not appropriate, risk/ greater responsibility than other officers, the delay in payment of 3 to 6 months after attending births and midwives feel nothing potential benefits derived. Conclusion: Midwives are not satisfied with the payment system Jampersal and feel nothing potential benefit obtained. The government should review the Jampersal rates that have been established, so as to achieved the expected objective and can provide a sense of satisfaction for birth attendants to service and appreciation of what has been performed.

Kata Kunci : Jaminan Persalinan, sistem pembayaran, kepuasan bidan dan tarif jampersal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.