Laporkan Masalah

PERSEPSI STAKEHOLDER TERHADAP KEBUTUHAN ANGGARAN BERBASIS PREMI PADA PROGRAM JAMINAN KESEHATAN DAERAH DI KOTA CIREBON

Retno Tresno Sundari, Dr. drg. Julita Hendrartini, M.Kes, AAK.

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Alokasi anggaran jamkesda Kota Cirebon selalu turun dibandingkan dengan anggaran APBD, penyerapan yang selalu ada hutang kepada pemberi pelayanan kesehatan selalu meningkat. Tujuan: Untuk mendiskripsikan persepsi stakeholder terhadap kebutuhan anggaran berbasis premi pada program Jamkesda di Kota Cirebon dalam membayar paket pelayanan kesehatan dan mengevaluasi kebutuhan dana serta pemanfaatannya. Metode : Disain penelitian ini menggunakan rancangan study kasus single holistik unit penelitiannya adalah Dinas Kesehatan Kota Cirebon. Subyek penelitian ini adalah 12 responden dari unsur anggota DPRD (banggar) unsur DPPKD, unsur Bappeda , unsur Dinas Kesehatan dengan purposive sampling dengan informasi kuantitatif dan kualitatif. Kuantitatif untuk menghitung premi dan kualitatif adalah wawancara mendalam kepada stakeholder mengenai kebutuhan anggaran berbasis premi pada program Jamkesda di Kota Cirebon Hasil : Biaya klaim pelayanan meningkat terjadi pada 3 sarana kesehatan. Biaya operasional Jamkesda Kota Cirebon tahun 2011 dan 2012 kurang dari 5%. Kapitasi POPB diperoleh untuk tahun 2011(INA CBG’s 2.0) sebesar Rp. 8.031,- dan tahun 2012 (INA CBG’s 2.1) sebesar Rp. 8.340,- dan INA CBG’s 3.0 sebesar Rp.9.185,- .Premi INA CBG,s 2.0 diperoleh dari perhitungan Rp. 8.433 INA CBG’s 2.1 Rp 8.757,- dan INA CBG’s 3.0 Rp. 9.644,- ,-sedangkan berdasarkan pola tarif PERDA 2012 Rp. 9.065,-.Kebutuhan anggaran berdasarkan premi pola tarif INA CBG,s 3.0 sebesar Rp. 9.292.081.356,- sedangkan berdasarkan perhitungan tarif PERDA kebutuhan anggaran sebesar Rp. 8.732.936.375,- . Persepsi stakeholder tentang kebutuhan anggaran adalah stakeholder memberikan anggaran tanpa limitasi pelayanan , sehingga tanggapannya mengenai pelaksanaan BPJS Pemerintah Kota siap menyongsong BPJS . Kesimpulan : Stakeholder menganggap bahwa eksistensi Program Jamkesda Kota Cirebon perlu dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang terbukti kontribusi pemerintah daerah tetap dipertahankan dengan merencanakan meningkatkan anggaran menjadi 15 Milyar rupiah pada RAPBD 2013.

Background: Budget allocation of lokal health insurance at Cirebon Municipality is consistently decreasing compared to lokal government budget. Budget utilization is debt to health service providers is increasing. Objective: To describe perception of stakeholders to needs for premi based budget in lokal health insurance program at Cirebon Municipality in the payment of health service package and evaluate needs for budget and its utilization. Method: The study used single holistic case study design. Research unit was Cirebon Municipal Health Office. Subject consisted of 12 respondents from lokal parliament (budget council), Lokal Planning Council and Health Office selected through purposive sampling and supported with quantitative and qualitative information obtained through premi calculation and indepth interview with stakeholders on needs for premi based budget of lokal health insurance program at Cirebon Municipality. Result: Cost of service claims occured in three health facilities. Operational cost of lokal health insurance at Cirebon Municipality in 2011 was less than 5% of capitation per member per month (PMPM) with the pattern of tariff INA CBG’s 2.0 obtained IDR 8.031 , tariff INA CBG’s 2.1 IDR 8.340 and tariff INA CBG’s 3.0 IDR 9.185. The pattern of tariff INA CBG’s premi obtained from calculation was IDR 8.433 of versi 2.0 and IDR 8.757 of versi 2.1 and IDR 9.644 of versi 3.0 whereas based on local regulation the tariff in 2012 was IDR 9.065. Needs for budget based on the pattern of tariff INA CBG’s versi 3.0 premi was IDR 9.292.081.356 and based on local regulation the tariff was IDR 8.732.936.375. Perception of stakeholders on needs for budget was that stakeholders would provide budget without service limitation. Thus they were prepared with the implementation of sosial insurance program. Conclusion: Stakeholders considered the existence of lokal health insurance program at Cirebon Municipality should be maintained and impoved in the future as indicated from the provision of contribution of the lokal government through allocation for budget up to 15 billion rupiahs in lokal revenue and expenditure budget 2013.

Kata Kunci : Kebutuhan Anggaran, Premi, Persepsi stakeholder


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.