Laporkan Masalah

PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG JAMPERSAL DI KABUPATEN JEMBER

NUR FALAKHIS SHOIMA, Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD.

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Peningkatan status kesehatan maternal di Kabupaten Jember belum maksimal meskipun sejak tahun 2011 program jampersal telah dilaksanakan. Hal ini ditandai dengan tingginya jumlah kematian maternal di tahun 2011 terutama pada masa persalinan. Selain layanan kesehatan dan jaminan kesehatan, status kesehatan ibu juga dipengaruhi oleh pendidikan ibu, budaya, lingkungan, pendapatan, pengetahuan, sikap terhadap layanan kesehatan, dan biaya. Pemahaman masyarakat akan tanda-tanda persalinan dan kegawatdaruratannya juga mempengaruhi perilaku kesehatan dan pemanfaatan layanan kesehatan maternal tepat pada waktunya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi, budaya dan pengetahuan masyarakat Jember tentang Jampersal dan pemanfaatannya pada masa persalinan dan kegawatdaruratannya; dan mengeksplorasi efek program jampersal dalam mengatasi hambatan-hambatan pemanfaatan layanan kesehatan maternal. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dilakukan di Kabupaten Jember Propinsi Jawa Timur. Subyek penelitian berjumlah 34 orang, yaitu masyarakat umum penduduk Kabupaten Jember, terdiri atas wanita bersalin dan laki-laki menikah berusia 18 – 45 tahun, dan tinggal di wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Jember. Penentuan sampel dengan teknik purposive sampling. Digunakan dua metode pengumpulan data primer yaitu wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD). Instrumen penelitian yang digunakan adalah panduan wawancara mendalam dan panduan FGD. Analisis data kualitatif dilakukan secara sistematis dari proses transkrip hingga analisis. Hasil Penelitian: Penelitian ini menunjukkan, meskipun jampersal sudah disosialisasikan namun masyarakat Jember masih merasa belum berkepentingan dengan jampersal. Jampersal telah mampu mengurangi beban finansial namun belum dapat secara keseluruhan menghilangkan financial barrier. Masyarakat masih memiliki social barrier ketika menggunakan jampersal seperti rasa malu mendatangi bidan atau petugas kesehatan. Persepsi masyarakat terhadap jampersal sangat dipengaruhi oleh tradisi/ kultur yang masih diyakini dan pengetahuan, yang berpengaruh pada perilaku kesehatannya. Koordinasi antara pihak kesehatan dengan pemerintah daerah setempat mengenai pelaksanaan program jampersal di Kabupaten Jember juga belum harmonis. Kesimpulan: Masyarakat Jember memiliki budaya beragam dan mempengaruhi perilaku kesehatannya. Perlu dilakukan conseling process tentang jampersal untuk mengatasi terutama pada kelompok tidak mampu extreme poverty.

Background: Improvement of maternal health status in Jember is not maximized, although since 2011 the Jampersal program has been implemented. This marked with the high number of maternal deaths in 2011, especially during childbirth. In addition to health care and health insurance, the health status of the maternal is also influenced by maternal education, culture, environment, income, knowledge, attitudes toward health care, and costs. Understanding of the signs of labor and the emergency during pregnancy also influence health behavior and utilization of maternal health services in a timely manner. Objective: This study aimed to explore the perception, culture and knowledge, of Jember community about Jampersal, during labor, the emergency delivery, and explore the effects of the Jampersal program in over coming the barriers to utilize of maternal health services. Methods: This study was a qualitative research, conducted in Jember District East Java Province. The research subjects were 34 persons, who were the community members of two subdistricts in Jember consisting of laboring women and their spouses aged 18-45 years, and lived in the working area of Jember District heealth centers. Primary data was collected through, in-depth interviews and focus group discussion (FGD). Data was analized systematically from transcript until analysis. Results: This study shows, although Jampersal been socialized but Jember society still felt not concerned with jampersal, as their needs. Jampersal has reduced the financial burden during labor but the overall couldn’t eliminate the financial barrier. Society still has a social barrier when using jampersal such a shame to come midwife for labor. Their perceptions of Jampersal heavily influenced by tradition/culture that they are still believed. While coordination between the local health department and the local government on the implementation of Jampersal in Jember yet harmonious. Conclusion: Jember society has a very diverse culture that influence health behavior. It Needs to be done about the counseling process Jampersal to overcome, especially in specific groups can not afford, extreme poverty.

Kata Kunci : persepsi masyarakat, jampersal, pelayanan kesehatan maternal, budaya, financial barrier


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.