Laporkan Masalah

ANALISIS PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN BAGI MASYARAKAT MISKIN KAJIAN SURVEI SOSIAL EKONOMI NASIONAL TAHUN 2011

INDRA MARTIAS, dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA.

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Penggunaan subsidi ke rumah tangga miskin seperti JPSBK, Askeskin dan Jamkesmas telah meningkatkan keadilan sosial ekonomi antara masyarakat miskin dan kaya di Indonesia, namun dinilai tidak mampu mengurangi ketidakadilan geografis. Masalah ketidakadilan geografis ini menjadi lebih berat apabila jaminan kesehatan dikembangkan tanpa memperbaiki infrastruktur fasilitas kesehatan, tersedianya tenaga kesehatan di daerah sulit dan biaya operasional yang cukup. Untuk mendukung program pemerintah tersebut maka perlu dilakukan penelitian tentang pola pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh masyarakat miskin yang tercakup dan tidak tercakup oleh program jaminan kesehatan dengan memperhitungkan faktor-faktor antara lain seperti: kepemilikan jaminan kesehatan, letak geografis desa-kota, transportasi dan jumlah anggota keluarga. Tujuan : (1) Mengetahui pola pemanfaatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin yang tercakup dan tidak tercakup oleh program jaminan kesehatan, (2) Mengetahui pengaruh : kepemilikan jaminan kesehatan, letak geografis desa-kota, transportasi dan jumlah anggota keluarga terhadap terhadap pola pemanfaatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin yang tercakup dan tidak tercakup oleh program jaminan kesehatan. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan crossectional yang akan menjelaskan hubungan pemanfaatan pelayanaan kesehatan dengan penggunaan jaminan kesehatan, transportasi, jumlah anggota keluarga dan lokasi geografis desa kota. Hasil : (1) Masih banyak rumah tangga miskin yang tidak memiliki jaminan kesehatan sebesar 57% , (2) Rumah tangga miskin yang memiliki jaminan kesehatan lebih banyak 52% memanfaatkan pelayanan kesehatan pemerintah (3) Rumah tangga miskin di kota lebih sedikit 12% memanfaatkan pelayanan kesehatan pemerintah, (4) Rumah tangga miskin dengan jumlah anggota keluarga > 4 orang 24% lebih banyak memanfaatkan pelayanan kesehatan pemerintah, (5) Rumah tangga miskin yang tidak menggunakan sarana transportasi 75% lebih banyak memanfaatkan pelayanan kesehatan pemerintah Kesimpulan : (1) Rumah tangga miskin pada umumnya lebih cendrung memilih pergi ke pelayanan kesehatan pemerintah dibanding pelayanan kesehatan swasta (2) Adanya inequity dalam kepemilikan jaminan kesehatan oleh rumah tangga miskin (3) Rumah tangga miskin yang tidak memiliki jaminan kesehatan lebih cendrung memilih memanfaatkan pelayanan kesehatan swasta (4) Sarana transportasi juga merupakan faktor dominan bagi masyarakat miskin untuk dapat mengakses pelayanan kesehatan.

Background : The use of subsidies to poor households as JPSBK, Askeskin and Jamkesmas has improved the socio-economic justice between the poor and the rich in Indonesia, however deemed incapable of reducing geographic inequities. This geographical inequality problem becomes more severe when Jamkesmas developed without fixing health facility infrastructure, availability of medical practicioners in difficult area and considerable operational costs. To support the government program is necessary to research on patterns of utilization of health services by poor are covered and not by health insurance taking into account factors such as : ownership of health insurance, geographical location of the rural-urban, number of family member, and transportation. Objectives : (1) Knowing the pattern of utilization of health services for the poor are covered and not by health insurance, (2) Determine the influence : ownership of health insurance, geographical location of the rural-urban, number of family member, and transportation to the pattern of utilization of health services for poor covered and not by health insurance. Methods : The research was a cross-sectional analytic study with a design that will explain the relationship between utilization of health services with ownership of health insurance, transport, number of family member and geographic location of the urban- rural. Result : (1) There are still many poor households who do not have health insurance by 57%, (2) Poor households who have health insurance 52% more to go to government health services than households that do not have health insurance, (3) Poor households in urban 12% less utilize government health services, (4) Poor households with family member > 4 people more 24% utilize government health services, (5) Poor households that do not use the means of transport 75% more utilize government health services. Conclusion : (1) Poor households are generally tends to choose to go to a government health care over private health care (2) The existence of inequity in the ownership of health insurance to poor households (3) Poor households who do not have health insurance tend to choose utilize more private health care (4) Means of transport is also a dominant factor for the poor to access health services.

Kata Kunci : Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan, Kemiskinan, Jaminan Kesehatan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.