Minat Utama Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurusan Ilmu Kesehatan
EKO RAHARJO, Dr. drg. Julita Hendrartini, M.Kes, AAK.
2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Jamkesda Daerah Kabupaten Sleman dikembangkan dengan mengikutsertakan masyarakat secara mandiri dengan membayar premi disamping masyarakat miskin yang didanai dari APBD Kabupaten. Dalam pelaksanaannya pada peserta Jamkesda Mandiri terjadi iur biaya mendekati 80%. Pada peserta dengan premi yang dibayar dari APBD Kabupaten iur biaya sebesar kurang lebih 30%. Adanya iur biaya dikeluhkan sebagian peserta. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi terhadap iur biaya Program Jamkesda Kabupaten Sleman. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan iur biaya peserta Jamkesda Kabupaten Sleman dengan melakukan telaah terhadap dokumen klaim, mendeskripsikan rata-rata besaran iur biaya per peserta dan persepsi peserta terhadap iur biaya. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan rancangan studi kasus yang melibatkan sumber data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan responden yang dipilih secara purposive sampling. Data sekunder berupa data klaim Program Jamkesda Kabupaten Sleman dipilih secara sampling sistematis, kemudian dilakukan analisis dengan uji Chi Square untuk melihat hubungan variabel bebas dengan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini meliputi kesesuaian pelayanan dengan paket manfaat, kesesuaian persepan dengan formularium dan status rumah sakit. Iur biaya sebagai variabel terikat . Hasil: Terdapat pelayanan yang diterima peserta Jamkesda tidak sesuai dengan paket manfaat (5,59%), peresepan tidak sesuai dengan formularium Jamkesda (36,50%), peserta mengalami iur biaya (38,80%). Kejadian iur biaya memiliki hubungan yang bermakna dengan kesesuaian pelayanan dengan paket manfaat, kesesuaian peresepan dengan formularium dan status rumah sakit pemberi pelayanan. Rata-rata iur biaya 32,00%. Persepsi peserta terhadap iur biaya Jamkesda Sleman beragam, tetapi bisa menerima kebijakan iur biaya yang tidak memberatkan (kurang dari 40%). Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara kesesuaian pelayanan dengan manfaat, kesesuaian peresepan dengan formularium, dan status rumah sakit dengan iur biaya. Persepsi peserta terhadap iur biaya Jamkesda Sleman beragam. Sebagian peserta keberatan tetapi bisa menerima kebijakan iur biaya. Iur biaya yang tidak memberatkan peserta adalah kurang dari 40%.
Background: The Program of Health Insurance Scheme (Jamkesda) in Sleman District developed to pay a premium in addition to the poor that is funded from the district budget (APBD). Cost sharing for health service (in health facilities) by participant of Jamkesda Mandiri nearly 80% and participants with premiums paid from the district budget cost sharing approximately 30%. Some participants complained of cost sharing. Therefore it is necessary evaluation of cost sharing Jamkesda program in Sleman District. Objective: This study aims to identify the determinants of cost sharing by participants of Jamkesda Sleman District undertakes a review of the claim documents, describe the average amount per participant cost sharing and participants' perceptions of the cost sharing. Method: The research was conducted with a case study involving the design of a data source primary and secondary data. Primary data obtained through interviews with selected respondents purposive sampling. Secondary data from claims of Jamkesda Program in Sleman District elected systematic sampling among the independent variables with the dependent variable. The independent variables in this study include suitability of the service with the benefits package, prescribing with formulary and status of hospital. Cost sharing is a dependent variable. Results: The health services that Jamkesda participants received are not according to the benefit package (5.59%), not in accordance with the prescribing formulary of Jamkesda (36.50%), cost sharing participants (38.80%). Incidence of cost sharing has a significant relations with the suitability of prescribing with formulary and the status of hospital. Participants' perceptions of the cost sharing Jamkesda Sleman is variety, but can receive cost sharing policy that is not burdensome (less than 40%). Conclusion: There is a significant correlation between suitability of services with benefits, suitability of prescribing the formulary, and the status of the hospital with cost sharing. Participants' perceptions of the varied cost sharing Jamkesda Sleman. Some of the participants objected, but can receive cost sharing policy. Executable cost sharing participant is less than 40%.
Kata Kunci : Iur Biaya, Jaminan Kesehatan Daerah