Laporkan Masalah

EQUITY PEMBIAYAAN DAN UTILISASI PELAYANAN KESEHATAN OLEH PESERTA PROGRAM JAMKESMAS DI INDONESIA

achmad noor cholid, Dr. drg. Julita Hendrartini, M.kes.

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) merupakan program jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu yang telah dilaksanakan sejak tahun 2008 dengan manfaat berupa pelayanan kesehatan komprehensif. Jumlah sasaran peserta Jamkesmas tahun 2011 sebesar 76,4 juta jiwa. Program Jamkesmas belum mampu mendorong pesertanya untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan secara optimal. Pada tingkat nasional, utilisasi Jamkesmas untuk pelayanan persalinan oleh tenaga kesehatan, kunjungan ibu hamil dan kunjungan bayi baru lahir tahun 2010 masih rendah. Data dari BPS dan SDKI menunjukkan adanya disparitas angka kematian bayi (AKB) antarprovinsi yang cukup tinggi. Terjadinya ketidakmerataan dalam distribusi tenaga dan fasilitas kesehatan juga akan berdampak pada keadilan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan efektivitas jaminan kesehatan nasional. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan equity pembiayaan dan utilisasi pelayanan kesehatan oleh peserta program Jamkesmas di Indonesia. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif berupa analisis data sekunder dengan rancangan crossectional. Unit analisis adalah provinsi dengan dukungan data sekunder yaitu data Susenas triwulan 1 tahun 2011 dari Biro Pusat Statistik BPS) dan data program Jamkesmas tahun 2011 dari Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan (P2JK) Kemenkes RI di 33 provinsi seluruh Indonesia. Pengolahan data sekunder menggunakan software STATA dan ADePT yang berfungsi untuk mengukur tingkat equity. Kesimpulan: Terjadi ketidakadilan dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan dan distribusi realisasi dana Jamkesmas, penduduk miskin lebih banyak memanfaatkan pelayanan rawat jalan di puskesmas, sedangkan penduduk kaya lebih banyak memanfaatkan pelayanan rawat jalan dan inap di rumah sakit serta distribusi dana Jamkesmas di puskesmas lebih banyak digunakan oleh penduduk miskin, sedangkan di rumah sakit lebih banyak digunakan oleh penduduk kaya. Peningkatan jumlah rumah sakit berbanding lurus dengan peningkatan rasio utilisasi peserta Jamkesmas. Pemerintah harus segera melakukan pembaruan data kepesertaan jamkesmas agar ketidakadilan tidak menjadi semakin besar.

Background: The Jamkesmas program is a health insurance for the poor and near poor that have been held since 2008. Comprehensive benefits provided to Jamkesmas participants accordance with medical needs. The target group for Jamkesmas in 2011 approximately 76,4 million. Jamkesmas program is not yet able to encourage participants to optimally utilize the health care. At the national level, Jamkesmas utilization for antenatal and neonatal care in 2010 are still low. Data from BPS and SDKI shows the disparity in infant mortality among provinces. Inequality of the health workers dan health facilities distribution will make an impact for the equity of healh care dan national health insurance efectiveness. Objective: To describe the equity of financing dan health care utilization by the Jamkesmas participants in Indonesia. Method: This research is descriptive, using the secondary data by cross-sectional study. Unit analysis by the provinces and using the first quarter of national social economy survey (Susenas) 2011 from the Board of Statistics Center (BPS) and data Jamkesmas program 2011 from the Center of Financing and Health Insurance (P2JK) Ministry of Health. This research use STATA and ADePT software to process the data. Conclusion: Inequity happens in health care utilization and the distribution of Jamkesmas funds. Poorer individuals using more the outpatient care in public health centers and the richer individuals using more the inpatient care in hospitals. The distribution of Jamkesmas funds greatly favor to the poor in public health centers and favor to the rich in hospitals. The amount of the hospitals has increased, linear with the ratio of health care utilization by the Jamkesmas participants. The government should make a quick respond by updating the participants database to prevent the bigger inequity.

Kata Kunci : jamkesmas, utilisasi, distribusi, keadilan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.