Laporkan Masalah

Disusun untuk menyelesaikan tugas akhir untuk mendapatkan gelar sarjana Strata-I Ilmu Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan

RIDHO KURNIARSO ROHADI, Dosen pembimbing Dra. Agnes Sunartiningsih, MS

2013 | Skripsi | ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Gempa dahsyat yang terjadi pada 27 Mei 2006, telah mempengaruhi kestabilan perekonomian dan kehidupan sosial. Terjadi kerusakan fisik dan beberapa orang kehilangan mata pencahariannya ataupun anggota keluarganya. Akibat dari kondisi tersebut, didirikanlah Panti Asuhan Amanah guna menghadapi permasalahan sosial tersebut. Panti Asuhan Amanah memiliki metode yang unik yaitu berupa strategi pemberdayaan yang dilakukan untuk menciptakan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan tujuan dari lembaga tersebut. Pemberdayaan menjadi pilihan Panti Asuhan Amanah karena lebih bersifat berkelanjutan dibandingkan hanya memelihara anak asuh seperti yang dilakukan oleh panti asuhan pada umumnya. Strategi pemberdayaan tersebut diimplementasikan kedalam beberapa program yang telah dilakukan sejak tahun 2008. Namun dalam mengimplementasikan program-program tersebut terdapat beberapa kendala seperti kekuatan pendanaan dan diperlukan kesiapan dari masyarakat serta kepercayaan (trust). Panti Asuhan Amanah memiliki alternatif tindakan untuk menghadapi kendala-kendala tersebut sehingga tujuan dari lembaga tersebut dapat tercapai. Alternatif tindakan ini sesuai dengan konsep voluntarisme oleh Talcot Parsons dimana Panti Asuhan Amanah sebagai aktor memiliki kebebasan dalam menentukan tehnik dan cara untuk mencapai tujuan dan menghadapi kondisi situasional yang menghambatnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan studi kasus yang termasuk kedalam penelitian kualitatif karena metode tersebut merupakan metode yang paling sesuai untuk fokus penelitian ini, yaitu meneliti suatu kasus yang tidak terdapat di tempat lain. Unit analisisnya adalah mereka yang berhubungan dengan Panti Asuhan Amanah meliputi ketua, pengelola dan anak asuh serta masyarakat sekitar yang menerima program dari Panti Asuhan Amanah. Dalam menentukan informan, peneliti menggunakan metode penentuan sample bertujuan. Informan yang telah diwawancara ada 10 orang. Tidak lupa peneliti juga melakukan triangulasi sumber dan triangulasi teknik agar mendapatkan data yang valid. Temuan di lapangan menunjukan bahwa Panti Asuhan Amanah menggunakan pendekatan-pendekatan khusus agar memiliki power yang cukup untuk menggerakan masyarakat. Beberapa pendekatan tersebut antara lain adalah memperkuat basis keagamaan, implementasi program yang berkesinambungan, peningkatan kualitas dan kuantitas, pengakuan/eksistensi dan menciptakan suasana yang harmonis. Melalui pendekatan ini, Panti Asuhan Amanah dapat melakukan strategi pemberdayaannya. Walau sudah cukup baik, Panti Asuhan Amanah memerlukan kaderisasi pengelola karena selama ini terkesan pengelolaan panti hanya terfokus pada beberapa orang saja. Selain itu diperlukan peningkatan pada program-program yang telah meredup agar mampu bangkit kembali. Kemudian penelitian ini diharapkan mampu menjadi pertimbangan bagi pemerintah atau institusi lain untuk melakukan program-program terkait dengan kesejahteraan masyarakat.

Terrible earthquake that occurred on May 27, 2006, has affected the stability of the economy and social life. Physical damage and several people lost their livelihoods or family members. As a result of these conditions, the Amanah orphanage was established to face social problems. Amanah Orphanage has a unique method in the form of empowerment strategies undertaken to create selfsufficiency and well-being of the community in accordance with the objectives of the institution. Empowerment be chosen by Amanah Orphanage because it is more sustainable than just maintaining foster care as practiced by them in general. The empowerment strategies to be implemented into a program that has been conducted since 2008. However, in implementing these programs, there are several constraints such as funding and the required strength of the community preparedness and confidence (trust). Amanah Orphanage has alternative measures to address these constraints so that the objectives of the institution can be achieved . This alternatives action in accordance with the concept of voluntarism by Talcot Parsons where Amanah orphanage as an actor has the freedom to determine the technique and how to achieve the goals and toface situational conditions that hinder it. The method that used by researcher is case study approach that included in qualitative research because the method is the most appropriate method for this research focus , which examines a case that does not exist elsewhere. The unit of analysis is related to their Amanah orphanage include the chairman, the manager and the foster children and the community who received the implementation of program that held byAmanah orphanage. In determining informants, researcher used proposive sampling method. There are 10 informants who were interviewed by researcher. Researcher also used the triangulation techniques in order to obtain the valid data. The facts showed that Amanah Orphanage using specific approaches in order to have enough power to move the people. Some of these approaches include the strengthening of religious basis, the implementation of sustainable programs, improving the quality and quantity, recognition/existence and create a harmonious atmosphere. Through this approach, the Amanah orphanage can do the empowerment strategy. While it is quite good, Amanah Orphanage require regeneration manager because its impressed that its management only focus on a few people. Beside it, the Amanah Orphanage needs to increase its programs which almost faint can be bounce back. Then this study is expected to be a consideration for the government or other institutions to conduct programs related to public welfar.

Kata Kunci : Panti Asuhan Amanah, Tindakan Sosial, Strategi Pemberdayaan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.