PERJANJIAN STANDAR PADA WARALABA WAROENG SPESIAL SAMBAL “SSâ€
DIMAZ MAHENDRA, Taufiq El Rahman, SH., M.Hum.
2013 | Skripsi | ILMU HUKUMMaraknya pengusaha kuliner yang melakukan ekspansi bisnis dengan metode franchise, membuat pihak Waroeng Spesial Sambal “SS†tertarik. Selain tertarik dengan konsep yang ditawarkan dari metode franchise itu sendiri, keberadaan tawaran dari para relasi untuk menjadi mitra pun turut andil dalam merealisasikan niat tersebut. Untuk menjaga kepentingan dari pihak Waroeng Spesial Sambal “SS†sendiri, maka akhirnya digunakanlah bentuk perjanjian standar dalam melakukan franchise. Namun, pada prakteknya penggunaan perjanjian standar ini justru merugikan keberadaan pihak Waroeng Spesial Sambal “SS†sendiri. Penelitian ini menggunakan analisis secara kualitatif yang menggunakan pedoman wawancara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang berasal dari data primer yang didapat dari penelitian lapangan serta data sekunder yang berasal dari literatur dan peraturan perundang-undangan. Dalam penelitian ini menggunakan sample data yang berasal dari manajemen Waroeng Spesial Sambal “SS†Yogyakarta. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa adanya kebutuhan akan efisiensi dan efektifitas dalam melakukan setiap kegiatannya mendorong Waroeng Spesial Sambal “SS†menggunakan perjanjian standar dalam waralaba. Selain itu substansi dari perjanjian yang banyak terdapat celah hukum menjadi penyebab perjanjian yang dibuat justru merugikan Waroeng Spesial Sambal “SSâ€.
The rise of culinary entrepreneurs who do business with the expansion franchise method , making the Special Sambal Waroeng \\" SS \\" interested . In addition to that offered interested in the concept of franchise method itself, the existence of the relation bid to become partners also took part in the realization of these intentions . To safeguard the interests of the Special Sambal Waroeng \\" SS \\" itself , then eventually is used in making standard form franchise agreement . However , in practice the use of this standard agreement to the detriment of the existence of the Special Sambal Waroeng \\" SS \\" itself . This study uses a qualitative analysis using an interview guide . The data used in this study is that the data derived from primary data obtained from fieldwork and secondary data from the literature and legislation . In this study using data derived from sample management Waroeng Special Sambal \\" SS \\" Yogyakarta . From the research conducted it was found that the need for efficiency and effectiveness in performing any activities encourage Waroeng Special Sambal \\" SS \\" using the standard franchise agreement . In addition to the substance of the agreement that there are many loopholes to be the cause of an agreement made to the detriment of Waroeng Special Sambal \\" SS \\" .
Kata Kunci : perjanjian standar, waralaba