Laporkan Masalah

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN BERBASIS MASYARAKAT “STUDI PROGRAM PENGEMBANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA JAMU TRADISIONAL BERBASIS MASYARAKAT DI DESA ARGOMULYO, KEC. SEDAYU, KAB. BANTUL YOGYAKARTA OLEH PT PERTAMINA TBBM REWULU

SAYYID FACHRURRAZI, Danang Arif Darmawan, S.Sos, M.Si

2013 | Skripsi | ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Budaya serta ideologi patriarki yang masih banyak dianut oleh masyarakat tradisional di Indonesia telah menyebabkan pembangunan bagi kaum perempuan masih jauh tertinggal apabila dibandingkan dengan kaum laki-laki. Ketertinggalan pembangunan bagi kaum perempuan tentu akan membuat menjadi tidak berdaya. Ketidakberdayaan ini akan semakin membuat perempuan berada dalam posisi yang kurang menguntungkan apabila harus berhadapan dan bersaing dengan kaum laki-laki dalam berbagai bidang. Selain itu, perempuan yang tidak berdaya juga sangatlah rentan menjadi miskin apabila terjadi goncangan (shock) yang diakibatkan oleh ketidak-pastian sosial-ekonomi (kehilangan pencari nafkah utama misalnya). Oleh karena itu pemberdayaan bagi kaum perempuan haruslah menjadi perhatian utama dalam rangka meminimalisasi ‘kondisi yang tidak menguntungkan bagi kaum perempuan’. Upaya pemberdayaan bagi kaum perempuan tentunya tidak hanya menjadi tanggung jawab negara semata, akan tetapi juga tanggung jawab entitas bisnis dan civil society lainnya. Cakupan program pemberdayaan yang terbatas dari pemerintah, tentu membuat tidak semua perempuan di Indonesia dapat merasakan manfaat pemberdayaan sepenuhnya. Disinilah kemudian peran serta entitas bisnis dalam membantu pemerintah dengan berupaya memberdayakan kaum perempuan di sekitar wilayah operasionalnya melalui program CSR. Salah satu entitas bisnis yang ikut serta dalam upaya memberdayakan perempuan adalah PT Pertamina TBBM Rewulu melalui Program Pengembangan IRT Jamu Tradisional Berbasis Masyarakat di Desa Argomulyo. Sasaran utama dari program pemberdayaan ini adalah kaum perempuan produsen dan penjual jamu yang juga sekaligus anggota kelompok jamu Seruni Putih dan JHM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pemberdayaan perempuan di kedua kelompok jamu (Seruni Putih dan JHM) oleh PT Pertamina TBBM Rewulu ditinjau dari aspek perencanaan, implementasi, tantangan yang dihadapi hingga pada dampak yang dihasilkan di kedua kelompok. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif – deskripsi analitis. Penentuan informan pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive dan menggunakan metode observasi, wawancara serta dokumentasi dalam mengumpulkan data di lapangan. Dalam menganalisis, peneliti menggunakan analisis kontekstual dan interpretatif, yang terdiri atas tiga alur utama, yaitu : pengklasifikasian dan verifikasi data, interpretasi data dan terakhir penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, dalam proses perencanaan pemberdayaan perempuan, PT Pertamina TBBM Rewulu menggunakan metode social mapping dalam rangka menentukan jenis dan sasaran program. Implementasi program pemberdayaan dilakukan dengan pendekatan Community Based Development, meskipun hal ini masih belumlah secara utuh dapat dikontekstualisasikan di dalam setiap kegiatan, karena keterbatasan waktu pelaksanaan program. Partisipasi perempuan di dalam setiap aktivitas pemberdayaan masih bersifat mobilitatif, artinya masih belum muncul kesadaran dari individu perempuan terkait esensi pemberdayaan (umumnya hanya mengharapkan bantuan alat). Tantangan utama di dalam pemberdayaan adalah menejerial pemberdayaan ketika melibatkan banyak pihak pemberdaya, perlunya mewujudkan kemandirian kelompok, menejerial konflik antar individu atau kelompok dan komitmen dalam pemberdayaan jangka panjang. Dampak dari pemberdayaan kelompok jamu adalah meningkatnya pengetahuan higienitas produksi jamu bagi perempuan serta pendewasaan diri dalam berorganisasi. Selain itu bantuan alat usaha jamu ternyata juga telah mampu menambah pendapatan ekonomi perempuan.

Patriarchal cultures and ideology embraced by many traditional communities in Indonesia has led to the development of women still far behind when compared with men’s development. Women’s underdevelopment would make them prone to be powerlessness. This powerlessness will increasingly make women are in a disadvantage if they have to face and compete with men in all fields. In addition, women who are powerless are also extremely vulnerable to be poor in case of ‘shocks’ caused by the uncertainty of future social-economic condition (loss of the main breadwinner for example). Therefore the women empowerment should be the primary concern in order to minimize 'unfavorable conditions for women'. Empowerment of women must not only be the responsibility of the state alone, but also the responsibility of the business entity and other civil society. Limited coverage of empowerment program and fund presented by Indonesian government, would make not all women in Indonesia had full benefit of empowerment. Here then the role of business entities in helping government to empower women communities around the operational area through the CSR program. One of the business entities that participate in efforts to empower women is Pertamina TBBM Rewulu company, through traditional herbal home industry development program in Argomulyo village. The main objectives of this program is to empower women (producers and herbalist) who is also a member of the group of Seruni Putih and Jati Husada Mulya (JHM) community. This research aim to determine how the process of empowerment of women in both groups of herbs (Seruni Putih and JHM) led by PT Pertamina TBBM Rewulu reviewed with aspects of planning and implementation program, also the challenges faced by the resulting impact on both groups. This research is based of qualitative research - analytical description. Determination of the informants in this research was done by using purposive and using methods of observation, interviews and documentation in collecting data in the field. In the analyzes, researchers using contextual and interpretive analysis, which consists of three main grooves, namely: classification and verification of data, data interpretation and final conclusion. Results of this study concluded that, in the planning process of women's empowerment, Pertamina TBBM Rewulu company is using social mapping method in order to determine the need and objectives. Implementation of empowerment programs conducted by Community Based Development approach, although it is still not yet fully contextualised within each activity in both groups, due to time constraints of the program. Women's participation in every activity still mobilitatif empowerment, that still does mean that awareness of women's individual related empowerment essence is still low. The main challenge in the empowerment is managerial of empowerment when it involves many parties, the need to achieve independence in both group, managerial conflicts between individuals or groups and empowerment stakeholders commitment to the long-term empowerment. The impact of the empowerment in both group is increased women’s knowledge i.e : hygiene production of herbal medicine and maturation in the organization. In addition the empowerment of a herbal medicine business was also been able to increase the economic income for women (producers / herbalist).

Kata Kunci : Pemberdayaan, Perempuan, Community Based Development, Ideologi Patriarki


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.