Laporkan Masalah

ANALISIS TEKSTUAL ROLAND BARTHES DALAM CERPEN MAJUTSU KARYA AKUTAGAWA RYUUNOSUKE

G. BENARDI DARUMUKTI, Drs. Deddy Oekon Hernandy, M.Hum.

2013 | Skripsi | SASTRA JEPANG

Cerpen Majutsu yang diterbitkan pada tahun 1919 ini merupakan salah satu karya Akutagawa Ryuunosuke. Cerpen ini menggunakan sudut pandang orang pertama. Tokoh utama dalam cerpen ini adalah tokoh Aku. Dalam cerpen ini diceritakan tokoh Aku yang memiliki keinginan untuk mempelajari sebuah ilmu sihir dari seorang India bernama Matiram Misla. Syarat untuk dapat mempelajari ilmu sihir tersebut adalah tokoh Aku harus membuang nafsunya. Sebulan setelah tokoh Aku mempelajari ilmu sihir tersebut, ia menunjukkan keahlian sihirnya di depan kawan-kawannya. Akan tetapi, karena tantangan dari kawan-kawannya, tokoh Aku gagal menahan nafsunya. Penelitian ini menggunakan teori analisis tekstual Roland Barthes untuk meneliti makna apa saja yang terdapat dalam cerpen tersebut. Pertama, cerpen tersebut dibagi menjadi leksia-leksia yang totalnya berjumlah 61. Kemudian setiap leksia akan diteliti dengan cermat untuk menemukan kode apa saja yang terdapat di dalamnya. Terakhir, kode-kode yang didapatkan tersebut dianalisis untuk mendapatkan makna-maknanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak kode yang memiliki makna mengenai hubungan India-Jepang pada saat cerpen ini diciptakan. Makna tersebut menunjukkan bahwa Jepang banyak belajar dari India untuk dapat mengatasi masuknya pengaruh modernisasi negara-negara barat.

Majutsu which was published in 1919, is one of Akutagawa Ryuunosuke’s works. This short story use the first person point-of-view. The main character in this short story is I. He has a desire to learn magic from an Indian named Matiram Misla. To be able to learn the magic, he must throw away his greed. A month after I learned the magic skill, he showed his magic skills in front of his friends. However, because of the challenges of his friends, he figured out that he failed to throw away his greed. This study uses the theory of Roland Barthes's textual analysis to examine the meaning of many codes that contained in the short story. First, the short story is divided into leksia-leksia which are total of 61. Then each leksia will be scrutinized closely to find any code contained within it. Finally, the codes are analyzed to obtain their meaning. The results showed that many of the codes lead to India-Japan relations during this short story were created. The meaning suggests that Japan have a lot to learn from India in order to overcome the influence of modernization by many western countries.

Kata Kunci : analisis tekstual, makna, kode, hubungan India-Jepang


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.