Laporkan Masalah

Praktek Komunikasi Pemasaran melalui Media Baru dalam Meningkatkan Brand Awareness (Studi Kasus terhadap Praktek Komunikasi Pemasaran Wego Indonesia melalui Media Baru dalam Meningkatkan Brand Awareness)

DANNI NAHASON, Muhamad Sulhan, SIP., M.Si.

2013 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Dalam beberapa tahun terakhir ini, media baru telah banyak memengaruhi aspek kehidupan termasuk dunia pemasaran. Banyak pemasar mulai memanfaatkan media baru sebagai media pemasarannya. Jumlah pengguna yang terus meningkat menjadi daya tarik utama bagi pemasar untuk memanfaatkan media baru. Media baru juga memiliki sejumlah kelebihan dibanding media konvensional yang dapat dimanfaatkan oleh pemasar dalam menjalankan komunikasi pemasarannya. Di samping memberikan banyak keuntungan, media baru juga memberikan tantangan bagi pemasar yang tertarik untuk menggunakannya karena memiliki sejumlah karakteristik unik yang perlu dipahami oleh pemasar. Wego Indonesia adalah salah satu brand yang memanfaatkan media baru sebagai media pemasarannya. Brand yang mulai menyasar pasar Indonesia pada tahun 2011 ini merasa media baru bisa menjadi media yang efektif untuk mencapai tujuan pemasarannya. Sejak tahun 2011 hingga akhir tahun 2012, Wego Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan brand awareness dengan memanfaatkan media baru. Penelitian ini berupaya untuk mengetahui praktek komunikasi pemasaran yang dilakukan Wego Indonesia melalui media baru. Pada penelitian ini peneliti sekaligus akan melihat bagaimana praktek tersebut dijalankan dalam memenuhi tujuan penelitiannya yaitu untuk membangun brand awareness. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Sementara itu peneliti melakukan analisis dengan menyesuaikannya pada teori atau konsep yang telah ada. Terakhir peneliti menarik kesimpulan berdasarkan hasil analisis tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara garis besar Wego Indonesia dapat memanfaatkan media baru karena praktek yang dilakukannya telah sesuai dengan konsep yang ada. Wego Indonesia juga dapat memanfaatkan fitur lain untuk mengefektifkan praktek komunikasi pemasarannya seperti proses riset dan evaluasi. Sementara itu dalam kaitannya membangun brand awareness, praktek komunikasi pemasaran yang dijalankan Wego Indonesia tidak sepenuhnya sesuai dengan konsep yang ada. Ketidaksesuaian itu dapat membuat proses pembangunan brand awareness tidak berjalan efektif.

In recent years, new media has influenced many aspects of life including marketing. Nowadays, lots of marketers began to use new media as marketing channel. The increasing number of users is a main reason for marketers to use new media. New media also has a number of advantages than conventional media that can be utilized by marketers in running marketing communications. But, new media also give a challenge for marketers who are interested to use it because it has some unique characteristics that need to be understood by marketers. Wego Indonesia is one of the brands that used new media as a marketing channel. Brand that started targeting Indonesian market in 2011 feel new media can be an effective channel to reach their marketing objective. Since 2011 until the end of 2012, Wego Indonesia used it to build brand awareness. This research seeks to know marketing communication activities of Wego Indonesia through new media. In this research, researcher also will look at how the practice is run to build brand awareness. This research used case study method. About the analysis method, the researcher analyzed it by comparing the data with theories or concepts that already exist. Last, researcher made the conclusion based on the results of the analysis. The results of this research showed that Wego Indonesia can take advantage of new media because they do practice in accordance with existing concepts. Wego Indonesia also take advantage of other features of new media so they can make marketing communication run more effective in doing research and evaluation. Meanwhile, in terms of building brand awareness, Wego Indonesia’s marketing communication does not fully comply with existing concepts. It wouldn’t build brand awareness effectively.

Kata Kunci : komunikasi pemasaran, media baru, brand awareness, studi kasus


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.