DAMPAK PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ANGGARAN DALAM RANGKA PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN PADA UNIT KERJA KESEHATAN KOTA PADANG
DEVI SURYATI, Dr. Ir. Eko Nugroho, M.Si
2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang : Desentralisasi telah membawa dampak dalam reformasi pengelolaan daerah. Berdasarkan Permendagri no.13 tahun 2006, pada tahun 2008 kota Padang menerapkan sistem informasi manajemen anggaran di seluruh unit kerja, salah satu tujuannya adalah untuk menyusun rencana kerja dan anggaran (RKA), namun sejauh ini belum pernah dilakukan evaluasi terhadap penerapannya Tujuan: Mendeskripsikan dan mengeksplorasi penerapan sistem informasi manajemen anggaran dalam rangka penyusunan RKA pada unit kerja kesehatan di kota Padang Metode: Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat eksploratif. Penelitian dilakukan pada DKK Padang dan RSUD dr. Rasidin Padang. Data diperoleh dengan cara melakukan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen. Subjek penelitian adalah pengguna sistem informasi dan level manajemen. Hasil : Pengguna tidak sepenuhnya merasa puas terhadap penggunaan SIPKD. Meskipun mudah dipelajari dan mudah digunakan namun sistem ini tidak dapat melihat history tahun-tahun sebelumnya, tidak dilengkapi kalkulasi standar biaya umum sehingga memungkinkan terjadinya kesalahan input satuan harga. Lambatnya akses internet mempengaruhi lokasi penginputan dokumen anggaran sehingga fasilitas yang sudah dilengkapi oleh dinas yang mengelola sistem informasi anggaran tidak berfungsi optimal. Informasi yang dapat dijadikan untuk pengambilan keputusan itu bukan dalam hal perencanaan anggaran tetapi pada tahap pelaksanaan anggaran. Manfaat yang dirasakan oleh petugas input dan manajemen level bawah adalah proses penyusunan perencanaan anggaran menjadi lebih mudah sedangkan manfaat yang dirasakan oleh manajemen tingkat atas lebih cenderung dalam hal evaluasi yaitu dapat mengontrol pelaksanaan anggaran. Aspek sosioteknis yang mempengaruhi penerapan sistem adalah sering ganti user sehingga perlu pelatihan berulang, data yang diperlukan dalam penyusunan RKA tersedia lengkap meskipun salah satu sumber datanya yaitu standar biaya seringkali terlambat terbitnya. Kesimpulan : Secara umum penerapan SIPKD pada kedua unit kerja kesehatan ini memberikan manfaat baik untuk individu maupun organisasi. Namun demikian, masih perlu pembenahan terhadap penerapan sistem dan ketersediaan data
Background: Decentralization has had an impact in the area of management reform. Based Permendagri 13 2006, in 2008 the city of Padang implement budget management information system in all units, one goal is to prepare a work plan and budget (RKA), but so far, an evaluation of the implementation of this information system has not been done Objective: To describe and explore the application of management information systems in order to arrange RKA budget on health care unit in the city of Padang Methods: The study is a qualitative explorative. The study was conducted at DKK Padang and dr. Rasidin Padang. Data obtained by in-depth interviews, observation and document study. Subjects were users of information systems and management level. Result: Users are not fully satisfied with the use of SIPKD. Although easy to learn and easy to use, but the system is not able to see the history of previous years, was not equipped with a standard calculation of the general costs thus enabling the unit price of input errors. Slow internet access affects the location of inputting the budget document so that facilities that have been completed by the agency that manages the budget information system is not functioning optimally. Information that can be used for decision-making was not in terms of budget planning, but at this stage of implementation of the budget. Information that can be used for decision-making was not in terms of budget planning but at the stage of implementation of the budget. Benefits perceived by the officer input and lower level management is the ease of preparation of budget planning, while the benefits are perceived by upper management is more likely to be able to control where the evaluation of budget implementation. Sosioteknis aspect of this research is frequently changing users, data to support the preparation of the budget document is often delayed publication. Conclusion: In general, the implementation of information systems on both units work well enough to provide benefits to individuals and organizations. However, it still needs improvements to the implementation of the system and data availability.
Kata Kunci : Kualitas informasi, kualitas sistem, kualitas layanan, kepuasan pengguna, manfaat, sumber daya manusia dan data