Analisis gempa guguran dan awan panas Gunung Merapi tanggal 19 Juli dan 4-9 Agustus 1998 data seismik berpita lebar tiga komponen
HARMOKO, Udi, Dr. H. Kirbani Sri Brotopuspito
2001 | Tesis | S2 FisikaTelah dilakukan penelitian guguran dan awan panas Gunung Merapi pada tanggal 19 Juli dan 4-9 Agustus 1998 dengan rekaman jejaring mikrofon dan seismik secara simultan serta menggunakan pengamatan visual. Pengamatan visual dan rekaman akustik berada di Pos Pengamatan Babadan, rekaman seismik digunakan pada stasiun Pasar Bubar, Klatakan, Selo dan Kendil. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari karakteristik guguran berdasarkan posisi sumber, bentuk envelope seismogram dan pola penjalaran gelombangnya. Metode analysis gerak partikel dan analisis waktu tiba (metode Geiger) digunakan untuk menentukan posisi sumber. Klasifikasi envelope seismogram dilakukan berdasarkan pola penjalaran envelope gelombangnya. Penjalaran gelombang diteliti dari radiasi amplitudo maksimum dengan cara memplotkan data setiap stasiun terhadap stasiun yang lain. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa posisi sumber gempa terletak pada kedalaman 2000 m sampai 2500 m di bawah puncak. Penjalaran amplitudo rnaksimum tidak terdistribusi secara kontinyu, tetapi membentuk suatu pola mengarah ke puncak. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa guguran dan awan panas pada tanggal 19 Juli dan 4-9 Agustus 1998 adalah dipicu oleh sumber impulsif dari dalam yang mungkin disebabkan oleh dinamika magma gelembung.
Lava dome and hotcloud avalanches at the Merapi Volcano on July 19* and August 4 -9 1998 have been observed visually and recorded simultaneously acoustically and seismically. The visual observations and acoustic recording took place at Babadan Volcano Observatory, where as seismic recording implemented by means of four stations at Pasar Bubar, Klatakan, Selo and Kendil. The aim of this research is to study lava dome avalanche characteristics based on the seismic source location, shape of seismogram’s envelope and their wave patterns. Particle motion analysis method and onset time analysis (Geiger method) were applied to find source location. Classification of seismogram’s envelope was done based on the pattern of wave forms envelope. The wave propagation is investigated from maximum amplitude radiation by plotting each station’s data vs another ones. It can be concluded that the seismic source positions placed at 2000 m to 2500 m depth from the summit. The maximum amplitude of seismogram propagation was not continously distributed but make make three groups’ pattern up to the summit, it can be interpreted that lava dome and hotcloud avalanches on July 19* and August 4*-9*, 1998 were triggered by internal impulsive sources which might be generates by magma bubble dynamic
Kata Kunci : Analisis Gempa, Guguran dan Awan Panas, Gunung Merapi