Laporkan Masalah

Model struktur batuan dasar di daerah Gunung Merapi_merbabu berdasarkan data anomali gravitasi regional :: Studi kasus survei 1997

MARIA, Dr. H. Kirbani Sri Brotopuspito

2001 | Tesis | S2 Fisika

Telah dilakukan interpretasi terhadap data anomali gravitasi regional dari data pengukuran di daerah gunung Merapi dan gunung Merbabu, untuk mengetahui model struktur permukaan batuan dasar (basement). Proyeksi ke bidang datar dilakukan dengan menggunakan metode sumber ekivalen titik massa. Data anomali Bouguer lengkap diproyeksikan ke bidang datar pada ketinggian 4 km di atas sferoida referensi. Perhitungan kedalaman permukaan batuan dasar diperoleh berdasarkan analisis spektral untuk data grid 2-dimensi (2-D) dan model prisma dua-dimensi untuk data pada satu penampang lintang (cross section). Kontras densitas yang digunakan pada model sebesar 0,8 gr/cm3 yaitu dengan menganggap medium homogen dan hanya ada dua lapisan batuan dengan densitas yang berbeda. Model akhir dari analisis spektral diperoleh kedalaman batuan dasar di bawah gunung Merapi adalah 5 km, kedalaman di Selo 0,5 km dan di gunung Merbabu 6,5 km di bawah sferoida referensi. Dari model penampang permukaan batuan dasar arah selatan-utara, terlihat jelas seperti cekungan di bawah gunung Merapi-Merbabu yang diduga merupakan kantong magma. Kedalaman batuan dasar di bawah gunung Merapi 5 km, di gunung Merbabu 5,7 km di bawah sferoida referensi, sedangkan daerah di Selo 0 km pada sferoida referensi. Model 3-dimensi (3-D) permukaan batuan dasar dari analisis spektral menunjukkan blok bagian selatan dan blok bagian utara Selo turun, sedangkan dari korelasi interpretasi 1-dimensi untuk keenam penampang lintang anomali Bouguer terlihat jelas bahwa permukaan batuan dasar menurun ke arah utara mencapai kedalaman hingga 14 km. Densitas batuan dasar adalah 2,9 gr/cm3 yang mungkin dapat ditafsirkan merupakan batuan malihan jenis batusabak (slate).

The regional gravity anomaly at Mt. Merapi and Mt. Merbabu area has been done to investigate the basement surface structure model. The data projection to a regular surface is processed by using mass point equivalent source. The complete Bouguer Anomaly data was projected to the regularly grided horizontal plane at 4 km above the reference spheroid. The depth of basement surface was obtained base on 2-D spectral analysis and 2-D prism model on one cross section. It used 0.8 gr/cm3 for contrast density model which assumed the homogen medium and 2 layer of rocks whose different density. The last model of spectral analysis revealed that the depth of basement rock beneath Mt. Merapi is 5 km, at Selo is 0.5 km, and Mt. Merbabu is 6.5 km below the reference spheroid. The cross section model of basement surface South-North direction is obviously detected the basin beneath Mt. Merapi — Mt. Merbabu which might be interpreted as magma chamber. The depth of basement beneath Mt. Merapi was 5 km, and at Mt. Merbabu 5.7 km beneath the reference spheroid, whereas at Selo was 0 km on reference spheroid. The 3-D prism model of spectral analysis revealed that southern block and northern block of Selo's are slightly tilted down. Whereas, the interpretation of 1-D for six Bouguer Anomaly cross section obviously appear that the basement surface titled down to the North reached 14 km depth. The basement density is 2.9 gr/cm3. It is likely metamorphic rock (slate).

Kata Kunci : Gravitasi, Interpretasi Data Anomali


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.