Kemitraan pemerintah – swasta dalam upaya peningkatan cakupan pemberian ASI di kota Surakarta
MUHAMMAD SIWI N, Dr. Bevaola Kusumasari.
2013 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Dewasa ini persoalan pemberian ASI telah berkembang menjadi satu isu yang cukup krusial. Fenomena umum yang terjadi di berbagai daerah menunjukkan bahwa pemberian ASI yang notabene merupakan makanan utama bagi anak usia 0-2 tahun cenderung masih rendah.Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan cakupan pemberian ASI. Upaya tersebut dapat dilihat dari dijadikannya cakupan pemberian ASI sebagai salah satu indikator pencapaian Milenium Development Goals (MDGs) dan pemberlakukan berbagai macam regulasi. Akan tetapi, regulasi saja tidaklah cukup mengingat bahwa persoalan mengenai pemberian ASI tidak terlepas dari berbagai aktor yang selama ini terlibat seperti pemerintah, kelompok masyarakat, dan juga sektor swasta. Diperlukan kemitraan antar aktor untuk meningkatkan cakupan pemberian ASI. Kota Surakarta merupakan salah satu daerah dengan cakupan pemberian ASI yang masih rendah. Sebagaimana daerah lainnya, diperlukan suatu upaya untuk meningkatkan cakupan pemberian ASI di Surakarta. Salah satu upaya yang dilakukan dalam peningkatan cakupan pemberian ASI di Surakarta adalah melalui kemitraan antara pemerintah-swasta-dan kelompok masyarakat sipil. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pola kemitraan antara pemerintah, swasta, dan NGO dalam upaya peningkatan cakupan pemberian ASI di Surakarta ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara, telaah dokumen, dan data sekunder. Upaya untuk merespon isu publik yang semakin kompleks tidak dapat dilakukan oleh satu aktor saja. Tidak ada satu aktor baik pemerintah, NGO, ataupun swasta dapat merespon isu publik sendiri. Kemitraan diperlukan untuk merespon isu publik yang berkembang semakin kompleks. Kemitraan pada dasarnya menempatkan aktor-aktor pada posisi yang setara. Sebagai konsekuensi relasi yang setara, maka kemitraan akan membentuk satu jaringan-jaringan dari aktor yang terlibat kemitraan. Temuan dilapangan menunjukkan bahwa model kemitraan antara pemerintah-swastadan LSM dalam upaya meningkatkan cakupan pemberian ASI di Surakarta merupakan model kemitraan mutualistik. Masing-masing aktor memperoleh keuntungan atas kemitraan yang dilakukan meskipun hasil yang diharapkan dari kemitraan yaitu meningkatnya cakupan pemberian ASI di Surakarta belum begitu signifikan. Dilihat dari perspektif jaringan, relasi aktor masih cenderung tertutup, dimana aktor diluar lembaga pemerintah tidak melakukan pertukaran terhadap sumberdaya. Perubahan struktur jaringan dengan melibatkan aktor-aktor baru diperlukan agar cakupan pemberian ASI di Surakarta dapat meningkat secara signifikan. Disamping itu, relasi antar aktor perlu dirubah, aktor-aktor diluar lembaga pemerintah perlu bekerjasama dan melakukan perukaran sumberdaya untuk mempercepat pencapaian tujuan. Dalam meningkatan cakupan pemberian ASI di Surakarta diperlukan upaya selain yang telah dilakukan. Kampanye untuk memberikan ASI sampai minimal dua tahun, dan upaya promosi mengenai inisiasi menyusui dini melalui berbacagai macam media iklan layanan masyarakat sangat mungkin dilakukan oleh pemerintah dengan menggandeng sektor swasta, media massa lokal, asosiasi profesi, dan lainnya.
Breast-milk is verry important for phisycal development of child. Nowadays, breastfeeding issue has developed as a crucial problem. Breastfeeeding has become an indicator for Millenium Development Goals. Government try to reach specific standard in breastfeeding ratio by applying a lot of regulation and other effort. Surakarta city is one of a big city that the ratio of breast feeding is still low. Right policy related breastfeeding is needed to increase the breastfeeding ratio in Surakarta. Its need collaboration between government, non profit organization, and private sector to increase breastfeeding ratio in Surakarta city.In this research, collaboration between government, non profit otganization and private organization is called as public private partnership. The aim of this research is todescribe the pattern of partnership between government, non profit organization, and private sectorin order to increase breastfeeding ratio in Surakarta city. This research uses qualitative method with a case study approach. Breast feeding ratio which still low in Surakarta city was selected as a focus of the research due to its complexity of relationship among the actors comprising government, private sector, and non profit organization. The research reveals that partnership pattern in the case of the effort three sector to increase breastfeeding ratio in Surakarta is a mutualistic partnership. every actor get benefit from the partnership although the increasing of breastfeeding ratio has not increase significant. From the network perspective, the relation among the actors is tend to limited. To increase breastfeeding ratio in Surakarta city, its needed more action and more actor that can collaborate effectively. One of effeort can be done is by local campaign about the importance of breastfeeding.
Kata Kunci : Cakupan Pemberian ASI, Kemitraan, Jaringan