Laporkan Masalah

ANALISIS BIAYA DAN OUTCOME TERAPI ERITROPOIETIN DIBANDINGKAN DENGAN TRANSFUSI DARAH SERTA GABUNGAN TERAPI KEDUANYA DALAM PENGOBATAN ANEMIA PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2012

LAILI RAHMAWATI, Dr. Satibi, M.Si., Apt.

2013 | Skripsi | FARMASI

Anemia merupakan komplikasi utama pada pasien gagal ginjal kronik (GGK). Terapi anemia yang digunakan pada pasien GGK adalah eritropoietin selain itu dilakukan juga transfusi darah. Eritropoietin sendiri harganya mahal dibandingkan transfusi darah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengobatan anemia pada pasien GGK, mengetahui outcome terapi dan besar biaya total selama menjalani terapi eritropoietin, transfusi darah, serta gabungan terapi eritropoietin dan transfusi darah. Selain itu untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi besar biaya terapi anemia pada pasien GGK. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non eksperimental. Subyek penelitian adalah pasien anemia karena GGK dengan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di instalasi rawat inap RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta periode Januari – Desember 2012. Sudut pandang penelitian ini dilihat dari perspektif rumah sakit. Pengambilan data diambil secara retrospektif dengan metode purposive sampling melalui rekam medik dan rekap biaya pasien di bagian keuangan. Analisis biaya dilakukan dengan menghitung rata-rata biaya medik langsung dan non medik langsung tiap pasien. Outcome terapi diukur berdasarkan persentase pasien yang mengalami peningkatan kadar Hb setelah terapi dan persentase pasien yang mencapai target terapi yaitu Hb ≥ 10 g/dl. Pada penelitian ini terapi anemia yang banyak dilakukan pada pasien GGK adalah transfusi darah (40 kasus dari 75 kasus) dengan obat anemia tambahan yang paling banyak digunakan adalah asam folat. Outcome terapi paling baik dilihat dari persentase pasien yang mengalami peningkatan kadar Hb setelah terapi adalah transfusi darah (85%). Jika dilihat dari pencapaian kadar Hb target sebelum pasien dipulangkan adalah gabungan terapi eritropoietin dan transfusi darah (40%). Total biaya rata-rata pada pasien anemia yang mendapat terapi eritropoietin adalah sebesar Rp. 9.281.685,00±4.750.748,00, yang mendapat transfusi darah adalah sebesar Rp. 7.961.088,00±6.105.501,80, sedangkan yang mendapatkan gabungan terapi eritropoietin dan transfusi darah adalah sebesar Rp. 10.853.007,00±5.038.223,00. Faktor yang dominan mempengaruhi total biaya terapi adalah kelas perawatan (P=0,000), lama inap (P=0,000) dan umur (P=0,004).

-

Kata Kunci : anemia GGK, eritropoietin, transfusi darah, analisis biaya, outcome terapi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.