MONITORING EFEK SAMPING PENGGUNAAN KOMBINASI OBAT ANTIPSIKOTIK TIPIKAL DAN ATIPIKAL TERHADAP PERUBAHAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA GRHASIA YOGYAKARTA PERIODE FEBRUARI-APRIL 2013
JEFRINA AYU WARDANI, Woro Harjaningsih, Sp.FRS., Apt.,
2013 | Skripsi | FARMASISkizofrenia merupakan gangguan psikis yang menimbulkan masalah medik, psikologis maupun sosial dengan perjalanan penyakit yang kronik dan berulang dan membutuhkan pengobatan jangka panjang. Antipsikotik menjadi dasar pada pengobatan skizofrenia. Beberapa penelitian melaporkan hubungan penggunaan antipsikotik dengan munculnya resiko gangguan metabolisme seperti diabetes melitus, sehingga perlu dilakukan penelitian kemungkinan terjadinya perubahan kadar glukosa darah akibat penggunaan antipsikotik dengan pola pengobatan yang ada di Indonesia terutama pada pasien yang menggunakan kombinasi antipsikotik tipikal dan atipikal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif non eksperimental dengan rancangan deskriptif. Pengambilan data secara prospektif dengan melihat hasil pengukuran glukosa darah puasa dan disertai dengan penelusuran data rekam medik pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran glukosa darah puasa dilakukan dua kali yang masing-masing berjarak 2 minggu. Data kadar glukosa darah puasa yang telah dikumpulkan dilakukan uji statistik dengan Wilcoxon Matched Pairs Test. Pada penelitian ini terdapat 12 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penggunaan antipsikotik berpotensi meningkatkan kadar glukosa darah, terlihat pada 7 pasien (58,33%) yang mengalami peningkatan kadar glukosa darah puasa dengan rata-rata peningkatan sebesar 27,14 mg/dL. Hasil uji statistik dengan nilai kemaknaan (2-tailed) sebesar 0,326 (p ≥ 0,05) yang artinya tidak terjadi peningkatan bermakna kadar glukosa darah puasa pada pasien yang menggunakan kombinasi antipsikotik tipikal dan atipikal.
-
Kata Kunci : Skizofrenia, antipsikotik tipikal, antipsikotik atipikal, glukosa darah