STUDI KEMAMPUAN ADSORPSI IODIUM PADA KARBON AKTIF TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI KANDIDAT IODINE TRAP
ANGGI BUDI KURNIAWAN, Widya Rosita ST., MT.
2013 | Skripsi | TEKNIK NUKLIRTelah dilakukan penelitian mengenai adsorpsi isotop iodium dengan menggunakan karbon aktif berbahan arang tempurung kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan karbon aktif tempurung kelapa dengan beberapa variasi parameter untuk kemudian dapat digunakan sebagai material adsorben pada kolom iodine trap baik untuk memproduksi radioisotop 131I maupun pengolahan limbah iodium. Proses adsorpsi dilakukan dengan menggunakan sistem kolom vertikal dengan arah aliran fluida umpan dari atas ke bawah. Variasi dilakukan pada variabel panjang kolom penjerap sebesar 5 cm, 7 cm, dan 9 cm serta ukuran butir karbon aktif sebesar 100 mesh, 150 mesh, dan 200 mesh. Fluida umpan berupa 85 ml larutan KI dengan konsentrasi 127I sebesar 506 mg/l dan dialirkan melewati karbon aktif dengan laju alir 3 ml/menit. Konsentrasi 127I setelah proses penjerapan dianalisis menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil yang didapatkan adalah semakin panjang kolom dan semakin kecil ukuran butir karbon aktif maka semakin besar konsentrasi iodium yang terjerap. Hasil optimum diperoleh pada panjang kolom 9 cm dan ukuran butir 200 mesh dengan efisiensi sebesar 53,476%, daya adsorpsi sebesar 1,529 mg/g serta faktor dekontaminasi sebesar 2,1494. Jenis adsorpsi yang terjadi pada karbon aktif tempurung kelapa adalah fisisorpsi.
A study of iodine isotope adsorption using activated carbon made from coconut shell coal has been conducted. The objective of this study was to determine the ability of activated coconut shell carbon with varied parameter, and furthermore it can be used to be an adsorbent material in iodine trap column either for producing 131I radioisotope or iodine waste treatment. Adsorption process performed using a vertical column system with downwards fluid flow direction. Variance conducted on adsorbent were column lengths of 5 cm, 7 cm, and 9 cm along with activated carbon grain sizes of 100 mesh, 150 mesh, and 200 mesh. KI solution of 85 ml acted as feed with 127I concentration of 506 mg/l flowed through activated carbon with 3 ml/minute of flow rate. The 127I final concentration after adsorption process was analyzed by using Spectrophotometer UV-Vis. The result show an increase amount of iodine adsorbed with an increase in column length and decrease in grain size. The best result shown on the column length of 9 cm and the grain size of 200 mesh, giving the adsorption efficiency of 53.476%, adsorption capacity of 1.529 mg/g, and decontamination factor of 2.1494. The best adsorption type to describe an adsorption proccess in activated coconut shell carbon is physisorption.
Kata Kunci : karbon aktif tempurung kelapa, iodium, daya adsorpsi, efisiensi adsorpsi, faktor dekontaminasi