PENGARUH FASILITATOR TERHADAP SIKAP APOTEKER UNTUK MENGIMPLEMENTASIKAN PHARMACEUTICAL CARE PADA FARMASI KOMUNITAS KOTA YOGYAKARTA DAN KABUPATEN SLEMAN
KANTHI NOORANI UTAMI, M. Rifqi Rokhman, M.Sc., S.Farm., Apt.
2013 | Skripsi | FARMASIPharmaceutical care merupakan jawaban dari penyediaan terapi obat yang bertujuan untuk mencapai hasil tertentu dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dan untuk mendukung pasien terapi yang aman dan efektif. Banyak penelitian yang sekarang mengarah pada fasilitator untuk mengimplementasi pharmaceutical care pada farmasi komunitas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh fasilitator terhadap implementasi pharmaceutical care pada farmasi komunitas di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Penelitian dilakukan di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 70 apoteker dari total keseluruhan 498 apoteker. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang dilakukan uji validitas dan reliabilitas pada 30 responden. Data dianalisis menggunakan uji statistik regresi linear sederhana dan berganda. Hasil regresi linear sederhana menunjukan 6 variabel yang berpengaruh signifikan terhadap sikap apoteker untuk mengimplementasikan pharmaceutical care yaitu hubungan apoteker dengan dokter, kemampuan klinis apoteker, peran organisasi profesi, permintaan pasien, institusi pendidikan, dan individu apoteker. Hasil regresi linear berganda memperlihatkan 3 variabel berpengaruh signifikan yaitu peran organisasi profesi, permintaan pasien, dan individu apoteker, dimana variabel fasilitator peran organisasi profesi adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap sikap apoteker dalam mengimplementasikan pharmaceutical care.
Pharmaceutical care is answer of drug therapy provision that is intended to achieve certain result in increasing patient life quality and to support patient with safe and effective therapy. Many previous research investigated facilitator to implement pharmaceutical care on community pharmacy. This research was intended to identify effect of facilitator on implementation of pharmaceutical care in community pharmacy in Yogyakarta municipality and Sleman regency. The research was conducted in Yogyakarta municipality and Sleman regency. Sample was taken using purposive sampling method with 70 pharmacists as respondent of 498 pharmacists. Data was taken using questionnaire that has undergone validity test and reliability test on 30 respondents. Data was analyzed using simple and multiple linear regressions. Result of simple linear regression indicated 6 variable influence significantly on pharmacist attitude to implement pharmaceutical care that include relationship between pharmacist and doctor, pharmacist clinical capability, role of profession organization, patient request, educational institution, and individual pharmacist. Result of multiple-linear regression indicated 3 variables influencing significantly (role of profession organization, patient request and individual pharmacist). Facilitator variable of role of profession organization is the most influencing variable on pharmacist attitude in implementing pharmaceutical care.
Kata Kunci : pharmaceutical care, fasilitator, apoteker, farmasi komunitas