Laporkan Masalah

Distribusi garam beriodium dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kecukupan asupannya di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten pati

MURTI'AH, Sri, Dr. Achmad Purnomo, Apt

2001 | Tesis | S2 Farmasi

Untuk mengetahui distribusi dan kecukupan asupan garam beriodium dalam upaya pencapaian "garam beriodium untuk semua" di Kecamatan Sukolilo, Pati, maka dilakukan penelitian yang berjudul "Distribusi Garam Beriodium dan Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecukupan Asupannya di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati". Penelitian non-experimental ini dilaksanakan di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dengan jenis penelitian deskriptif dan analitik serta dirancang secara cross-sectional. Dengan dilakukan wawancara berdasarkan kuesioner dari 271 responden dan wawancara mendalam dengan beberapa pedagang garam beriodium, akan diketahui distribusi garam beriodium dan kecukupan asupannya. Kemudian dilakukan pengujian adanya hubungan antara variabel tingkat ketersediaan garam beriodium di rumah tangga, tingkat pendidikan ibu rurnah tangga, dan tingkat penghasilan keluarga terhadap tingkat kecukupan asupannya dengan multiple linear regression test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi garam beriodium dari produsen hingga konsumen di Kabupaten Pati tidak ada aturan tata niaganya, dan terdapat tiga alur distribusi, yaitu (1) produsen — pedagang keliling, (2) produsen — agen, (3) produsen bakul. Rata-rata tingkat kecukupan asupan garam beriodium di masyarakat Sukolilo adalah 44,8% (SD = 77,4%) dengan ketersediaan garam beriodium 26,9% ("cukup"), 31,3% ("kurang"), dan 41,8% ("tidak ada"). Rata-rata pendidikan ibu rumah tangga adalah SD, dan rata-rata penghasilan keluarga adalah Rp 300.000,- dan karenanya asupan garam beriodium kurang dari cukup. Secara bersama variabel-variabel tersebut berhubungan secara bermakna dengan tingkat kecukupan asupan garam beriodium di tingkat rumah tangga.

To know the distribution and consumption sufficiency of iodized salt in order to reach "iodized salt for everyone", in Sukolilo Pati, a research of "Distribusi Garam Beriodium dan Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecukupan Asupannya di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati" has been conducted. The non-experimental study of descriptive and analytical observation was held in Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, and was planned cross-sectional. The distribution and consumption sufficiency of iodized salt would be known by performing interview based on the questionnaires of 271 respondents and interview with several iodized salt sellers. The relationship between .variable of iodized salt availability level in household, housewife education level, and the economic level of the family to the consumption sufficiency of iodized salt was examined by multiple linear regression test. The result of this study showed that the iodized salt distribution from producer up to consumer, without trade regulations was done by three kind of distribution channel, i.e : (1) producer — small tradesman, (2) producer — agent, (3) producer — vendor. The average level of the iodized salt consumption sufficiency in Sukolilo people was 44,8% (SD : 77,4%) with the salt availability of 26,9% ("enough"), 31,3% ("minus"), and 41,8% ("none"). The average level of housewife respondent education was Elementary School, and the average of family income was Rp 300,000.- and therefore the iodized salt was less than sufficient. These variables has relation to the level of iodized salt consumption sufficiency in household level concomitantly and significantly.

Kata Kunci : Manajemen Obat,Distribusi Garam Beriodium, distribution, availability, sufficiency


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.