PENGARUH KETEBALAN MATERIAL TANAH DAN KEMIRINGAN LERENG TERHADAP POTENSI LONGSOR PADA SETIAP SATUAN BENTUKLAHAN DI SUB DAS KODIL, JAWA TENGAH
ZUHARA RIZQYAN C, Dr. Djati Mardiatno, M.Si.
2013 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANSub DAS Kodil merupakan salah satu sub DAS yang termasuk dalam sistem DAS Bogowonto. Sub DAS Kodil terletak di daerah perbatasan antara Kabupaten Purworejo, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Wonosobo. Daerah ini merupakan daerah lereng kaki Gunungapi Sumbing dengan kondisi morfologi yang unik. Pembentukan morfologi Sub DAS Kodil lebih banyak dikontrol oleh proses eksogen seperti pelapukan, erosi dan gerak massa. Intensitas proses denudasi yang bekerja pada batuan yang terbentuk oleh kontrol struktur dan proses vulkanik, menyebabkan terbentuknya topografi dengan kemiringan lereng yang curam dan karakteristik material tanah rombakan yang tebal. Kondisi ini memicu adanya potensi longsor. Penelitian ini menggunakan metode stratified aligned sampling (transek) dalam pengambilan data ketebalan material tanah dan kemiringan lereng. Pengukuran jumlah dan distribusi titik longsor menggunakan metode sensus. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan pembuatan profil melintang garis transek dan tabulasi sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa potensi longsor di Sub DAS Kodil dipengaruhi oleh kondisi lereng dan material tanah. Potensi longsor yang tinggi berada di daerah tengah sub DAS. Daerah ini pada umumnya memiliki kemiringan lereng yang miring hingga curam, antara 20% hingga 65%, dan lapisan tanah rombakan yang tebal, mencapai 5 meter.
Kodil watershed is a part of Bogowonto watershed. The location of Kodil Watershed is in the frontier of Purworejo, Magelang and Wonosobo Regency. This area located on the foot slope of Sumbing Volcano which has unique morphology. Morphology of Kodil watershed formed by exogenic processes, such as weathering, erosion and mass movement. Denudation process that worked at the bed rock that formed by structural control and volcanic activity, causing topography formed by steep slope and thick soil material. This conditions influence the landslide potential. This research using stratified aligned sampling method (transect) for slope and soil thickness measurement. Census method is used to collecting the point and distribution of landslides. Data analysis in this research using descriptive analysis method by made the transect line’s profile and simple tabulation. The result of this research show that landslide potential influenced by slope and soil material thickness. Landslide potential is high at the middle of catchment area. This area usually has a steep slope, between 20% - 65%, and the soil material is formed by colluviums, about 5 meters.
Kata Kunci : Pelapukan, Kemiringan lereng, Material Tanah, Longsor