Laporkan Masalah

Manajemen pengendalian jenis obat untuk meningkatkan pelayanan dan efisiensi di Instalasi Farmasi RSU Ungaran

SUNANDARI, Agustina Sawitri, Prof.Dr. Makmuri Muchlas, PhD

2001 | Tesis | S2 Farmasi

Globalisasi menuntut rumah sakit harus mampu bersaing dengan organisasi kesehatan lain, baik dari &lam maupun luar negeri. Obat adalah komponen penting dalam proses terapi dan dalam pengadaannya membutuhkan biaya yang besar. Banyaknya jenis obat yang harus disediakan di rumah sakit akan cenderung mengakibatkan pengobatan yang tidak rasional dan tidak efisien. Oleh karena itu perlu pengendalian jenis obat untuk meningkatkan pelayanan dan efisiensi. Pelayanan obat yang bermutu akan berdampak pa& citra rumah sakit yang baik. Dalam tesis ini telah dilakukan usaha untuk mengendalikan jenis obat. Obat yang disediakan di rumah sakit harus melalui seleksi yang berkualitas oleh Panitia Farmasi dan Terapi. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan one group pre test - post test design. Rancangan ini berupa 01 X 02. 01 adalah datapre test. X adalah intervensi yang dilakukan dan 0 2 adalah datapst test. Hasil yang diperoleh adalah telah dibentuknya Panitia Farxnasi dan Terapi dengan SK Direktur RSU-Ungaran no. 445/002/I/2000. Panitia Farmasi dan Terapi mampu menerbitkan kebijakan dalam proses fmnalcoterapi. Banyaknya jenis obat &pat dikendalikan dari 547 jenis menjadi 397 jenis. Penulisan obat diluar formularium sebelum intervensi 26,49 % dapat ditekan menjadi 2,75% setelah intervensi. Nilai obat yang mengendap lebih dari satu bulan selain obat yang vital dan emergency yang sebelum intervenSi mencapai Rp. 15.584.0o0,= dapat ditekan menjadi hanya Rp. 3.230.000,= setelah intervensi.

Globalization has forced hospitals to compete not only with other health institutions from inside the country but also from abroad. Since they are important in the therapy and involving huge budget in maintaining the supply, drug items have to be carefully selected, controlled and managed. Many drug items can cause drug abuse and inefficiency. Appropriate drug use and dispensing is one of the fme hospital indicators. An effort to control drug items variation has been performed and reported in this thesis. Drug items that are used in the hospital have to be carefidly selected by the Drug and Therapy Committee. The research was done by the one group pre-test post-test method. The data is 01 X 02. 01 01 is the pre-test data before the intervention, X is the intervention and 02 is the output data after the intervention. As the result,. The Drug and Therapy committee has been established based on the hospital director letter no. 445/002/I/2000. The committee has been able to issue the therapy policy. The drug items that were not in the therapy policy can be reduced from 26.49 % before the intervention to 2.75 % after the intervention The drug items can be can be controlled and reduced from 547 items before the intervention to 397 items after the intervention. The stock of the drug items that were not demanded within a month before the intervention was Rp. 15.584.000,=. After the intervention the stock can be scaled down to Rp. 3.230.000,=.

Kata Kunci : Manajemen Pengendalian Obat, Drug items selection and control, service quality, efficiency, Drug and Therapy Committee, intervention.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.